KUTUKAN MAWAR MERAH

30 12 2008

Entah apa ini namanya yang pasti tanggal 23 Desember kemarin merupakan hari yang takan pernah aku lupakan untuk seumur hidupku. Kejadian yang tak mengenakan, tapi sarat akan pelajaran yang berharga.

Kejadian berawal saat aku harus ke Surabaya, dengan pesawat paling pagi. Pas tiba di bandara hasanudin sekitar pukul 4.20 menit aku langsung antri, saatdipintu gerbang aku dikejutkan oleh penjaga pintu, Ia mengatakan kalau tiketku sudah kadarluarsa, tapi aku tetap ngotot kalau tiket itu untuk penerbangan tgl 23. Sewaktu ia menunjukan tanggalnya barulah aku lemas, OMG ternyata tiket itu untuk tanggal 22, langsung aku telpon teman kantor yang pesan tiket, tapi sayang telpon ku tak diangkatnya…

Terpaksa aku harus membeli tiket baru untuk terbang ke Surabaya, walaupun harus merogoh kocekku sendiri, aku berfikir dari pada aku terlambat sampai sana dan semuanya akan lebih berantakan, karena aku sudah janji untuk bertemu tepat waktu. Lagi-lagi sial menimpa diriku, karena adanya kerusakan teknis, jadwal penerbanganku molor hingga 1 jam. Saat akan menghubungi teman di Surabaya Hpku sekarat (Lowbatte). Tak hanya itu Nootebook yang selalu menemaniku pun ternyata tertinggal di hotel, untunglah untuk yang ini masih ada temanku yang kebetulan ia tinggal lebih lama di Makasar. Tak hanya itu saja, ternyata saat itu cameraku tertinggal dalam tas ku yang ku masukan dalam bagasi, mmm aku harus menunggu tanpa bisa berbuat apa-apa, padahal aku sudah berangan-angan untuk mengabadikan bandara Hasanudin.

Ternyata keberuntungan masih berada dipihakku, setibanya aku di Surabaya aku masih sempat untuk bertemu rekan kerjaku, dan aku bisa menyelesaikan perkerjaanku tepat pada waktunya. Hingga rencana aku untuk pergi ke semarang dengan kereta api pun terlaksana.

Tapi itu ternyata hanya sesasaat, saat aku ingin membooking hotel ternyata naas masih saja menimpa diriku. Ternyata di dompetku tidak ada uang, ATM, bahkan kartu kredit, yang ada hanyalah ktp dan 2 lembar uang 50 ribuan. Dalam hati aku menyesal menolak tawaran temanku dan anaknya yang mengajak aku untuk tinggal di rumahku, bahkan dengan menjaga genggsiku aku minta untuk diantar ke atm terdekat (sorri loh mas :( ).

Keesokan  harinya, aku memasang wajah memelas dan mengkesampingkan rasa malu untuk sementara waktu, aku beranikan diri bilang ketemanku itu, dan syukurlah ternyata dia teman yang baik dan mau meminjamkan untuk membayar penginapannya (Thanks loh mas… Cameraku enggak jadi digadaikan he..he…he).

Penderitaan ku belum berakhir sampai disitu saja, aku harus mengantarkan pesanan mami ke Madiun, padahal isi dompet sangat-sangat tiris. Terpaksa demi mami aku lari ke Madiun, dan bisa ditebak hasilnya, untuk balik kejakarta aku harus irit seirit mungkin, sampai-sampai aku harus menumpang sebuah truk (he…he..he..he). Untunglah aku sampa dijakarta juga, ya walau dengan usaha dan kerja keras yang cukup melelahkan.

Sewaktu dirumah mami, aku ceritakan kejadian ini pada adikku. Bukannya mendapatkan simpati atau rasa belasungkawa. Dia malah tertawa terpingkal-pingkal.  “Itulah kalau memetik mawar kesayangan mami tanpa ijin, Mawar itukan punya kutukan” seloroh adiku santai sambil ngacir kekamarnya. Selidik punya selidik ternyata, dia juga pernah mengalami hal yang sama denganku, saat memetik mawar merah mami tanpa izin.

Dalam hatiku berpikir, “Inikah kutukan sekuntum mawar ?”                           *Ampe sekarang belum ketemu jawabannya*

:)





NASI GORENG & SEKUNTUM MAWAR MERAH

22 12 2008

Tiba-tiba aku terbangun oleh alunan lagu afgan yang terdengar di hpku. Ups… ternyata hari ini adalah hari ultah mamiku, pas bertepat dengan hari ibu. Waduh aku lupa menyiapkan hadiah, padahal aku udah merencanakan sebelumnya. Aku ingin membuat surprise party buat beliau.  Tapi sayang sepertinya hal itu tak bisa aku wujudkan, yups lagi-lagi alasan klise… kerjaan yang menumpuk diakhir tahun. Pagi ini juga aku harus ke Makasar dan sepertinya tidak bisa aku tunda.

Aku tertegun sesaat untuk memutar otakku kado apa yang mesti aku persembahkan untuk beliau. Pastinya kado ini haruslah spesial dan berkesan. Ah.. akhirnya aku menemukan juga, aku akan masak buat beliau, kebetulan beliau suka sekali nasi goreng pete buatan ku. Dan sudah lama aku tidak memasak itu, smoga kali ini bisa membuat beliau terkesan. Aku melihat jam yang terpampang di diding kamarku. 2.30 am, Syukurlah masih ada waktu, aku harus bergegas. Tanpa pikir panjang akupun bangun dari tempat tidurku dan menuju ke dapur.

Tak berapa lama akupun berhasil memasak menu tersebut, dengan diberi hiasan sekedarnya aku sulap nasi goreng itu menjadi tumpeng kecil yang cantik. Wah sepertinya ada yang kurang nih. Sekuntum mawar merah…. Yups itu dia, beliau begitu suka dengan bunga tersebut. Tapi malam-malam begini dimana aku harus mencarinya… Sejenak akupun teringat bahwa tetangga sebelah rumah punya mawar merah yang cantik, Dengan bergegas aku pun mengambil tangga berniat untuk mengambilnya (he..he..he. ini bukan maling loh… karena sebelumnya siempunya sudah menawari saya). Sayang sungguh sayang, ternyata keberuntungan belum berpihak padaku. Bunga itu telah raib entah kemana. Dengan wajah lesu aku kembali kedalam rumah, bersiap-siap untuk pergi kerumah mami.

Didalam perjalan menuju rumah beliau, aku coba untuk menelpon adikku, berharap ia punya teman yang punya bunga mawar, tapi dasar kebo… Telponku tak pernah diangkatnya.. ya begitulah dia kalau tidur seperti orang mati. Tak beberapa lama akupun sampai kerumah. Kulihat masih sepi lampu masih dipadamkan, saat itu waktu pukul 3.45 am. Perlahan tapi pasti aku buka pintu rumah yang kebetulan aku selalu membawa kunci serepnya. Aku langsung menju keatas, dimana koleksi pohon mawar beliau berada. Pucuk di cinta ulam tiba… ternyata ada sekutum mawar cantik yang sedang merekah. Thanks god ini memang hari keberuntunganku. Aku petik mawar itu dan ku sandingkan dengan nasi goreng pete yang kubuat tumpeng. Lalu akupun menuju kamar mami, kubuka pintu kamar perlahan-lahan agar tidak mengganggu tidurnya. Ku letakan nasi goreng dan sekuntum mawar merah diatas meja riasnya. Beberapa saat kupandangi wajahnya, kulihat ada guratan-guratan tua menghias wajahnya. Tanpa sadar air mata ini pun menetes. Sebelum aku keluar dari kamar itu tak lupa kukecup kening beliau sebagai rasa penyesalan ku yang tidak bisa mendampinginya di hari istimewa ini.

Sesaat perjalanan menuju bandara, aku sempatkan untuk mengirimkan sms singkat “Pagi mam, Met Ultah ya.. Met hari ibu Juga, maafkan abi belum bisa membahagiakan mami.. Bahkan di hari spesial ini abi harus meninggalkan mami…

Buat para ibu selamat hari Ibu ya…..





SENDAL JEPIT KU

18 12 2008

Aku mempunyai sendal jepit buluk yang begitu ku sayangi, dimana ada dia disitu aku berada (lebay sekali ya). Tapi beneran ini sendal jepit sudah melalang buana kemana saja. Dari puncak gunung hingga ke Intansi militer bahkan ke beberapa tempat-tempat yang perboden (upss smoga aja enggak ada yang baca). Kalau tidak percaya coba deh tanya ke sendal jepitku, pasti dia aka jawab “Aku bangga bersama si endut, melalang buana kemanapun”

Sekarang saja saat ku menunggu penerbangan ku ke Surabaya, aku sedang mengenakannya, untunglah disini diperbolehkan.. duh senangnya.. walaupun banyak orang yang melihat kakiku yang tidak begitu menarik, tapi bagiku nyaman dan santai. Aku juga tidak peduli kalau teman seperjalananku merasa terusik berada disampingku. Gimana tidak sepanjang perjalanan banyak pasang mata melirik ke kami…. Mungkin mereka pikir aku ini seleb terkenal kali ya.. he…he…he..

*Back to few days ago*

Jadi ingat kejadian beberapa waktu lalu saat aku diminta kakak iparku untuk menengok kakaku yang sedang menjalankan pendidikannya. Tanpa pikir panjang, sehabis pulang kantor aku langsung meluncur ketempat tujuan. Saat di provost aku baru teringat bahwa aku hanya mengenakan sandal butut ku, terang saja provost itu mencegah ku untuk masuk, lantas aku bilang saja aku ingin ketemu dengan kolonel “A” dengan memelas, memohon dan memasang tampang sedih setengah mati akhirnya aku berhasil merayu propost itu dan diperbolehkan masuk ketempat kakakku. Walaupun pas sampai sana aku dimarahi oleh kakaku (untung aja enggak disuruh push-up) Dan itu juga kulakukan saat ku mengunjungi temanku yang kebetulan juga seorang militer…

*In Fact*

Entah kenapa aku begitu nyaman walaupun sendal itu begitu buluk terlihat, tapi bagiku tidak…. ia seperti soulmate ku…(he…he…he..) Padahal ini sendal pernah beberapa kali disingkirkan dengan paksa oleh beberapa orang yang merasa iri dengan hubungan kami… Termasuk salah satu dosenku, dia begitu keki saat mengetahui aku mengenakan sendal buluk itu di mata kuliahnya, kontan ia marah dan memintaku keluar, tapi demi soulmate ku ini aku pun pergi meninggalkan mata kuliah itu… (maaf ya bu….). Bahkan pernah temanku saking cemburunya dengan sandalku ini, ia mencoba menyogok ku dengan membelikan sandal adidas dengan syarat aku harus meninggalakannya. Jelas aja aku tolak mentah-mentah.

Ya… kalau kata Dea Mirela “Kau tak tergantikan” he..he….he so sweet.

Hanya catatan kecil pengisi waktu ku





RINDU YANG TAK TEPAT

17 12 2008

Tiba-tiba saja perasaaan rindu berkecamuk, menyesakkan dadaku. Saat orang-orang disekitarku tertawa dalam membahas masalah goerge bush, aku hanya terdiam menahan rasa ku. Aku ngeloyor pergi meninggalkan mereka tanpa basa-basi, untuk mencari tempat yang nyaman.

Belum lama kuberjalan menuju sudut mall, terdengar lagu

 ”Bila rasaku ini rasamu” Krispati

Mmmm… kenapa mesti seperti ini pas… dengan suasana hati ini.. tapi mungkin beda presepsi…

Rasaku  tak mungkin aku salurkan, rindu ini mungkin tak pantas untuk ku keluarkan.. Entah ini nafsu atau kah cinta.. Kata orang, cinta itu tak harus memiliki, dan cinta sejati itu adalah bila kita melihat orang yang kita cintai merasa bahagia. Apakah memang benar seperti itu ya.. ? hee..he….he aneh..

Kenapa rasa rinduku tak ku berikan padanya , kenapa cinta ini tak ku dedikasikan buat dirinya. Padahal dia begitu baik, cantik, pengertian, dan sabar. Kata tema-teman kantorku pun dia itu gadis yang manis dan aku beruntung mendapatkan dirinya. Apakah karena aku baru bertemu dengannya kembali setelah sekian lama? Tapi bukankah itu akan membuat diriku semakin  mencintainya dan menyayanginya? ah sudah lah mungkin ini adalah perasaan sesaat saja. Kata orang sih begitulah kalau sudah mendekati hari H…. (masa sih)

Lama kutermenung disalah satu sudut mall, sambil menunggu teman-temanku untuk kembali kepenginapan. Aku asik berkutat dengan keyboard kesana kemari menuliskan kata-kata yang bisa melegakan hati ini. Ya beginilah cara ku untuk membuat hati ini kembali…

Ah… wajah itu hadir lagi dalam pikiranku… kenapa ya begitu susah melupakan wajah itu..Kata orang semakin kita melupakan semakin sering kita mengingatnya… Apa benar ya ?…

catatan kecil sudut salah satu mall semarang





KEMAKAH ENGKAU JIWA

15 12 2008

Raga tanpa jiwa, mungkin ini yang sekarang kualami. Entah kenapa raga ini berjalan sendiri tanpa jiwa yang dahulu menyertainya. Dulu kemanapun raga pergi jiwa selalu hadir bersamanya dan menemaninya dengan sabar dan penuh pengertian.

Lalu mengapa sekarang Raga pergi sendiri, ada apa dengan jiwa? Kemana jiwa pergi ? Sungguh bingung aku dibuatnya. Lelah Raga ini mencari jiwa yang hilang.  Waktu ku sudah semakin dekat, aku tak ingin menyakiti lagi dan ada yang tersakiti kembali. Aku tak ingin membuatnya menderita, dia telah begitu baik, begitu sabar, dan mencintaiku setulus hatinya. Apa namanya kalau bukan menyakiti ? Raga ku bersamanya, bersanding dengannya, tapi jiwaku kabur tak tau rimbanya.

MMm… Jiwaku, Kemanakah engkau? kau boleh marah dengan raga ini, kau boleh memprotes raga ini yang penuh dengan noda dan dosa, tapi tolong, jangan pernah kau menyakiti hatinya. Dia baik, dia tak pantas mendapatkan ini. Jangan karena kesalahan raga ini.. kau juga membenci dirinya.. Tolong jiwa ku buatlah dia bahagia…Hapuslah penderitaannya selama ini.

Bukankah dulu engkau juga ada saat ikrar itu terucap. Bukankah engkau juga dulu ikut andil, tapi kenapa sekarang kau melepaskan tanggung jawabmu, menyuruh raga ini yang yang menemani dan kau…. entah pergi kemana ?. Mana tanggung jawabmu jiwa ?…

Tuhan maafkan raga ini yang telah berlaku bodoh, yang terlena dengan semuanya tanpa pernah mempedulikan jiwa. Saat raga ini ber-aksi masuk dengan duniawi, raga tak peduli akan jeritan jiwa, raga tak mendengar protes-protes jiwa. Raga tak mengindahkan nasihat dan masukan jiwa. Hingga akhirnya jiwa kabur meninggalkan raga.

Tuhan tolonglah raga ini untuk menemukan jiwa, dengan cahayaMu tuntulah raga ini ketempat jiwa berada, luluhkan hati jiwa agar ia mau memaafkan raga dan kembali kepada raga… Waktu ku sudah semakin dekat, tanpa jiwa, raga ini tak mungkin bisa melakukan sendiri. Karena yang dia butuhkan bukan raga saja, tapi jiwapun dia butuhkan. Dia butuh satu kesatuan yang utuh…

Jiwa… kembalilah keragamu, raga janji akan mendengarkan apa yang jiwa katakan, raga akan berusaha memenuhi apa yang jiwa inginkan. Dan raga tak akan mengulangi kesalahan yang sama. Jiwa… mana janjimu yang akan selalu menemani raga, tak kasihan kau melihat raga ini resah, gelisah, tak tentu arah. Please jiwa, cepat lah kembali keragamu ini sebelum semuanya terlambat dan menjadi semakin tak terkendali….

catatan kecil bandara








Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.