Dalam kesendirian ku…
aku termenung ……
Mencoba merenungi apa yang telah kulakukan selama hidupku..
Aku menangis…. Menangis…. Dan terus menangis
Aku menangis bukan karena aku sendiri…
Tapi aku menangis karena kebodohanku….
Aku tahu hidupku didunia ini tidaklah kekal…
Aku sadar aku akan kembali padaNya…
Aku tahu dan sadar kalau aku harus mempertanggung jawabkan pada Nya..
Tapi… apa yang telah kulakukan….
Tak ada…
Aku tak melakukan apapun….
Aku hanya diam dan mengabaikannya….
Seakan aku telah siap …
Ah sombongnya diriku….
Siapakah aku ….
Nabikah aku
Ulamakah aku
Ambiakah aku…
Bukan … bukan …. Aku bukan mereka…
Aku hanya mahluk hina yang bergelimang dosa…
Aku hanya Insan lemah yang terperangkap …
Tanpa daya dan upaya….
Tapi kenapa hatiku tak tergerak…
Seakan derajatku lebih tinggi dari mereka….
Seakan amalku lebih banyak dari mereka…
Sombong… sombong… benar-benar sombong…
Ya robb…. Ampunilah hambamu, jangan Kau keraskan hati ini, jangan Kau tulikan telinga ini, jangan kau butakan mata dan hati ini, jangan Kau belenggu aku dengan rantai kenikmatan dunia.. Ya rob gerakan lah jiwa dan ragaku untuk mengabdi padaMu, Tuntunlah aku, bukakanlah pintu hati ku selebar-lebarnya, Berikanlah hidayah padaku dan tempelkan erat-erat pada diri ku…. Agar aku melaksanakan kewajiban ku bukan karena rasa takutku padamu, bukan pula karena aku menginginkan surgamu, tapi karena rasa cinta ku padaMu, rasa sayangku padamu dan keinginanku untuk menjadi kekasih dan abdi Mu yang setia. Ya robb… jadikanlah yang terbaik menurutMu baik pula di mata dan hati ini, agar aku dapat menyenangi dan mensyukuri apa pun yang Engkau berikan. Ya Rob berikanlah kemudahan padaku untuk kembali kejalanMu, Jalan yang penuh dengan keridhoanMu.
Aku gak ngerti harus gimana ngomongnya mas Abi. Aku hanya bisa ikut berdoa semoga mas Abi tetap selalu dalam cahaya petunjukNya.
Mungkin tak ada sholat kita yang tertunda, tak jua pula kita lupa untuk bersedekah. Al Qur’an pun sudah kita baca…dan kemarin dapat tausiah dari ustad, mungkin karena kita terlalu cinta dunia…maka hati kita seperti yang mas Abi sedang rasakan
Semoga kita semua dijauhkan dari kesombongan yang dapat menjebak kita dalam prahara derita. Dan semoga kita semua selalu diberikan cahayaNya untuk menerangkan jalan hidup ini
wahai rabb yang jiwaku berada di tangannya..,
Sesungguhnya kini aku melihat saudaraku mengemis kasihmu..,
kak abi baca al fajr kak.., jus 30.., bagus lowh!!
sebenarnya seh mau pamitan…shofiy pamit dulu yah..,kak abi!
SEMANGAT!!!!!! ^_^
Mampir mas..mau menjenguk mas Abi. Salam.
Mas….salam kenal ya… komentar dikit ya… yang terbaik untuk kita lakukan adalah merenung, sejauh apa langkah yang telah kita tempuh, seikhlas apa kita menerima khidupan fana ini, sepasrah mana kita berserah, dan sedekat apa kita kepada sang khaliq. Se-engga2nya itu hanya menurut saya…..
Abi…gw mo absen disini ^_^
puisi ini bagus banget bi…jadi keinget bahwa kita harus selalu intropeksi diri….
Tok..tok..tok..Assalamualaikum mas Abi. Saya utusan tidak tetap dari International Blogger Community..(siapa yg nglantik ya??). Ada kiriman buat mas Abi berupa paket award. Silahkan diambil di gubuk saya..(lho kok bkn kantor??). Ini alamatnya ya mas: http://hary4n4.wordpress.com/2009/05/06/award-pertamaku
Semoga berkenan utk menerimanya. Terimakasih. Wassalam.
bi, tulisannya berat. seberat abi (ndut)….. ha…ha….ha….. (muncul lagi nih, bi…)
aku mau tanya para ulama dulu ah, biar koment-nya tepat…..
ini koment dibuat persis jam 12 malem, aduh malem jum’at lagi……hiiiiiii…..
mari melangkah penuh kebijakan.. karena setiap langkah ada hitungannya.. begitupun hidup.. ada pertanggungjawabannya
hmm…
kuatkan semangat
Tegaskan tekad
sucikan hatimu
murnikan nuranimu
masuk… yayaya… hanya masuklah
dalam kelemahan
dalam penyerahan diri bulat
sejatinya diri kita laa hwalla walla quwata
masuklah dalam Ketenangan Jiwa…
sebagai pembuka pintu ketuhanan..
Salam Sayang
Klinong klinong..jalan-jalan lagi.. Trus mampir lagi mas Abi. Salam
tengak, tengok….. sepertinya gak ada tuan rumahnya yah…. tadinya mau ikut beres-beres gotong royong….. (udah bawa cangkul, sama pengki….gak jadi deh…)
Ikut bantu beres2 aach.. Mana mana..mana biar tak beresin semua..hehe *ambil barang taruh lagi..ambil barang taruh lagi..100x..ampe klenger nich*
Puisi Yang menyentuh Mas…
Terimalah salam perkenalanku..
wah…mas Abi juga berpuisi tuk ungkapin isi hati, kau selipkan ada religi dan koreksi.
bagus…
kangen nih sama blogmu
Puisinya memberikan pencerahan bagiku…
makasih Mas…
Sebuah keberanian merefleksi diri
Membaca isi hati
Menemukan jati diri
Kesadaran utuh atas sebuah kesombongan
Sesungguhnya bahasa lain peyerahan diri
Dan permohonan ampun
Mengerti kelemahan dan mengakui dosa
Mengakui kekerasan hati tak bergeming seperti ini
Justru bagian dari upaya mengikis habis sebuah kesombongan
Dan mencoba menjadi seorang manusia seutuhnya
Bi… cup..cup… sudah ah.. diem dong…
Ini lho mbake sudah berkunjung…. Lho…kok terus..
Eh.. kok masih nangis sih.. eh bukan karena mbake lama gak dolan ya…?
Selamat datang pejalan Cinta.. masuklah dalam rengkuhan tangan kokoh dari Sang Maha Pencinta.. bukalah dalam kelemahan dan tiada daya upaya… salam sayang untukmu sahabatku