Sekilas judul diatas seperti judul group band yang sedang digandrungi saat ini. Tapi sebenarnya sih tidak kaitanya sama-sekali. Pertanyaan diatas merupakan refleksidari diriku saja.Entah kenapa beberapa waktu belakangan ini pertanyaan itu memenuhi otakku, memintaku untuk menjawabnya.
Berawal dari salah seorang sahabatku yang memprotes tentang diriku. Memprotes tentang kebiasaan ku berpakaian dan berpenampilan. Aku yang selama ini senang mengenakan kaos oblong, celana jins butut, dan sendal jepit alakadarnya, telah mengusik ketengan sahabatku. Selama bersahabat dengannya belum pernah aku menyaksikan kemarahannya seperti beberapa waktu lalu. Memang kalau dipikir aku memang keterlaluan, menghadiri pesta ulang tahun perkawinan dirinya dengan memakai pakaian yang kurang pantas.
Memang aku tidak menyangka kalau dia akan merayakan ultah perkawinannya dengan se semarak itu. Aku pikir perayaan itu akan diadakan seperti tahun-tahun sebelumnya, berkumpul dan makan-makan biasa. Makanya aku mengenakan pakaian tak formal bahkan terkesan santai, seperti halnya tahun-tahun lalu. Tapi ternyata dugaan ku salah, pesta ultah perkawinannya kali itu bener-bener semarak dan formal. Aku yang biasanya tak pernah ambil pusing dengan cara berpakaianku, mendadak minder, salah tingkah dan merasa tak nyaman.
Terlebih saat sahabatku tau,dan ia marah besar kepadaku. “NDUTTTTTTTTTTTT…. GILA LOE YA…, APA ENGGAK BISA LOE HARGAI GUE SEDIKIT…… JANGAN EGOIS DONK…” dan dia pun langsung pergi meniggalkan aku. Padahal selama ini dia belum pernah merasa terganggu dengan penampilamku, dimanapun kami berada. Mungkin aku memang sudah keterlaluan, mungkin kata-kata dirinya benar, bahwa aku ini tidak menghargainya dan egois. Aku pikir selama ini aku selalu banyak mengalah, dan berusaha untuk tidak egois. Aku tidak pernah menuntut kepada para sahabatku untuk hal apapun, bahkan saat mereka membutuhkanku saat tengah malam, aku tak pernah memprotes.
Tapi ternyata aku salah, setelah kejadian itu aku mulai berpikir, apakah cara berpakaianku dan penampilanku yang senang sekali menggunakan sendal jepit, kaos oblong dan celana jeans butut itu, juga menggagu orang-orang sekitar, bahkan para sahabatku. Ya…. karena selama ini aku hanya mementingkan kenyamananku sendiri tanpa memperhatikan lingkungan sekitar. Seharusnya aku tahu kapan aku mengenakannya dan kapan aku tidak mengenakannya. Apakah ini termasuk Egois ?
Sahabat… maafkan aku, tak seharusnya aku menghargai pesta ulangtahun perkawinanmu….
Celoteh Sahabatku