EGO KAH AKU ?

22 11 2009

Sekilas judul diatas seperti judul group band  yang sedang digandrungi saat ini. Tapi sebenarnya sih tidak kaitanya sama-sekali. Pertanyaan diatas merupakan refleksidari diriku saja.Entah kenapa beberapa waktu belakangan ini pertanyaan itu memenuhi otakku, memintaku untuk menjawabnya.

Berawal dari salah seorang sahabatku yang memprotes tentang diriku. Memprotes tentang kebiasaan ku berpakaian dan berpenampilan. Aku yang selama ini senang mengenakan kaos oblong, celana jins butut, dan sendal jepit alakadarnya, telah mengusik ketengan sahabatku. Selama bersahabat dengannya belum pernah aku menyaksikan kemarahannya seperti beberapa waktu lalu. Memang kalau dipikir aku memang keterlaluan, menghadiri pesta ulang tahun perkawinan dirinya dengan memakai pakaian yang kurang pantas.

Memang aku tidak menyangka kalau dia akan merayakan ultah perkawinannya dengan se semarak itu. Aku pikir perayaan itu akan diadakan seperti tahun-tahun sebelumnya, berkumpul dan makan-makan biasa. Makanya aku mengenakan pakaian tak formal bahkan terkesan santai, seperti halnya tahun-tahun lalu. Tapi ternyata dugaan ku salah, pesta ultah perkawinannya kali itu bener-bener semarak dan formal. Aku yang biasanya tak pernah ambil pusing dengan cara berpakaianku, mendadak minder, salah tingkah dan  merasa tak nyaman.

Terlebih saat sahabatku tau,dan ia marah besar kepadaku. “NDUTTTTTTTTTTTT…. GILA LOE YA…, APA ENGGAK BISA LOE HARGAI GUE SEDIKIT…… JANGAN EGOIS DONK…” dan dia pun langsung pergi meniggalkan aku. Padahal selama ini dia belum pernah merasa terganggu dengan penampilamku, dimanapun kami berada. Mungkin aku memang sudah keterlaluan, mungkin kata-kata dirinya benar, bahwa aku ini tidak menghargainya dan egois. Aku pikir selama ini aku selalu banyak mengalah, dan berusaha untuk tidak egois. Aku tidak pernah menuntut kepada para sahabatku untuk hal apapun, bahkan saat mereka membutuhkanku saat tengah malam, aku tak pernah memprotes.

Tapi ternyata aku salah, setelah kejadian itu aku mulai berpikir, apakah cara berpakaianku dan penampilanku yang senang sekali menggunakan sendal jepit, kaos oblong dan celana jeans butut itu, juga menggagu orang-orang sekitar, bahkan para sahabatku. Ya….  karena selama ini aku hanya mementingkan kenyamananku sendiri tanpa memperhatikan lingkungan sekitar. Seharusnya aku tahu kapan aku mengenakannya dan kapan aku tidak mengenakannya. Apakah ini termasuk Egois ?

Sahabat… maafkan aku, tak seharusnya aku menghargai pesta ulangtahun perkawinanmu…. 





KESENDIRIAN

15 11 2009

Akhir-akhir ini aku sungguh merasa heran, dengan orang lain yang mengusik kesendirianku. Apakah aku salah jika aku memilih untuk sendiri dan menikmati kesendirian ku ini. Apakah aku harus meminta ijin dahulu jika aku ingin sendiri, berjalan sendiri kemanapun aku mau, dan menikmati kesendirianku itu. Orang terdekatku pun tak pernah protes tetang hal yang aku lakukan ini. Tapi justru orang lain yang memprotesnya, menyindirnya, bahkan hampir memancing emosiku untuk meledak. Padahal aku merasa selama ini aku tak pernah menggangu dirinya, aku tak pernah membuat dirinya merasa tak nyaman. Dan apakan jika aku mempunyai teman,aku harus mengumumkan ke khalayak ramai. Memberitahu or bahkan menginformasikan kepadanya. Aku rasa itu bukan suatu hal yang penting. Aku mau punya teman, atau tidak mempunyai teman, seharusnya tidak mengusik dirinya. Aneh…. benar-benar aneh menurutku. Apa sih salahku hingga dirinya mengusik kesendirianku ini.

Sebenarnya aku tak mau mempedulikannya, tapi entah hari ini dia telah memancing emosiku untuk bergejolak. Untunglah aku masih sanggup untuk meredamnya. Dan akhirnya aku memilih untuk pergi. Terkadang aku bertanya, kenapa sih dia melakukan hal itu, padahal selama ini aku tak pernah mengusik dirinya, mau seperti apa dia, atau mau bertindak bagaimana dia. Tetapi hal yang berusan terjadi sempat membuat hati ini panas membara.

Memang kenapa sih kalau seseorang ingin sendiri. Apakah orang yang sendiri itu sudah pasti tidak memiliki teman. Atau orang yang berteman harus kemana-mana bersama temannya. Aku rasa tidak. Setiap orang mempunyai caranya sendiri untuk menikmati kehidupannya. Setiap orang mempunyai kreativitas sendiri untuk menjalani kehidupannya. Ada yang ingin sendiri saja, berjalan sendiri dan menikmati kesendiriannya. Seperti diriku ini. Aku memang tipe orang yang senang sekali kemana-mana sendiri. Bahkan ketempat ramai sekalipun, seperti halnya mall, nonton, atau bermain bowling. Entah kenapa aku merasa nyaman dan tidak merasa kesepian. Tapi bukan berarti aku tidak mempunyai teman. ah… tapi biarkan saja, selama  aku menikmatinya, aku tidak merasa sendiri, dan aku tidak merugikan atau membuat orang lain sakit. Mau aku memiliki teman atau tidak biarkan saja aku yang tahu. Yang pasti selama ini teman-temanku selalu setia menemaniku dan mereka tidak pernah protes dengan sikapku ini.

Aku hanya berharap buat, orang-orang yang senang sekali mengurusi kesendirian orang lain. Hendaknya mereka itu menghentikan apriorinya. Sudah lah biarkan saja, lebih baik mengurusi diri sendiri saja. Jangan pernah mengusik orang lain dan jangan juga mengatur kehidupan orang lain.

Walah kok tulisanku kali ini banyak ngedumelnya… mungkin karena aku ini sudah jarang sekali menulis sehingga kehabisan bahan….. wakakakak… Sekali lagi maaf loh..ini hanya sekedar mengekspresikan kekesalan ku saja, agar tidak menjadi jerawat nantinya.. hi..hi..hi.. Ya beginilah caraku untuk meredakan emosi ku. he….h.e….he. Aneh ya..








Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.