YOU ARE LOVEABLE

15 05 2009

13 Mei lalu aku mendapatkan sebuah sms dari seorang teman, dia mengirimkannya pagi hari, tapi sayang karena hpku tertinggal (kebiasaan buruk yang belum bisa kuhilangkan) maka aku membuka setelah aku pulang sekitar pukul 20.30 WIB. Isi sms itu berbunyi:

Sahabat adalah dia yang menghampiri kita ketika seluruh dunia menjauh, bukanmenghampiri kalau sedang butuh, karena persahabatan itu seperti tangan dengan mata. Saat tangan terluka maka mata menangis, saat mata menangis maka tangan menghapusnya.

“Selamat Hari Persahabatan Sedunia”

Kirim ini ke semua teman-teman yang kamu sayangi, jika aku salah satunya, agar dikirim balik! Lihat berapa banyak kamu mendapat balasan. Kalau lebih dari 7 artinya “U are loveable” Friends Forever.

Lumayan panjang memang, tapi aku rasa cukup bermakna. Maka tanpa berpikir panjang aku teruskan sms ini kebeberapa nomor yang ada phone book ku, termasuk ke seorang teman yang mengirimkan sms ini ke diriku. Terutama orang-orang yang telah lama sekali tidak aku hubungi, ya lumayan ada bahan untuk menyambung tali silaturahmi, pikir ku saat itu.

Keesokan paginya aku nyalahkan kembali hpku (kebiasaan ku kini kalau malam selalu mematikan hpku), dan ternyata ada 5 sms masuk, wah ternnyata sms yang sama dari beberapa temanku yang sudah aku duga sebelumnya kalau mereka akan mengirimkan sms itu balik (thanks guys). Sambil berharap-harap cemas, aku menunggu sms yang sama masuk ke hpku, tapi hingga malam hari, ternyata aku belum juga mendapatkan sms itu kembali, apa memang aku ini bukan loveable ya :( .

Akhirnya aku memutuskan untuk mengirimkan sms ancaman (kalau ada yang mau tanya ancamannya apa, itu rahasia, pastinya bukan ancaman pembunuhan, atau terror bom loh :D ) kebeberapa orang teman, termasuk yang di Surabaya dan di Jember (hik..hik..hik.. sorri ya mbak, btw thanks loh mbak udah mau ngirim), sebelum aku mematikan hpku. Dan ternyata pagi harinya aku mendapatkan beberapa sms itu lagi dan total sms yang aku terima lebih dari 7 sms. Hore ternyata aku ini seorang loveable donk, sambil nyengir kuda enggak jelas. Ya…. Walau sedikit memaksakan diri untuk mendapatkan “I am loveable” :P .

Thanks ya buat temen-temenku yang udah mengirimkan balik sms itu padaku, termasuk temen-temen yang mengirimkannya setelah mendapatkan sms ancaman atau sogokkan :P . Dan buat teman-teman yang belum mengirimkan balik padaku, masih aku tunggu loh he..he..he.. (batas waktunya masih lama kok sampai pilpres mendatang :D ). 

Sekali lagi aku hanya mau bilang bahwa sms ini bukanlah alat pengukur sebuah persahabatan atau menjadikan loveable untuk seseorang, karena bagiku persahabatan tidak bisa diukur oleh alat apapun, persahabatan itu hanya bisa kita rasakan, dan pastinya persahabatan itu sangatlah indah. Kalaupun aku mengirim sms ini ke teman-teman semua karena aku ingin temen-temen tahu, bahwa teman-teman sangatlah berarti bagi diriku, Karena teman-teman telah mewarnai kehidupanku.

Sebenarnya aku tidak mengharapkan untuk menjadi loveable kok (masa sih :D ), karena aku tau kalau dihati teman-teman aku ini memang loveable (GR.com), meski teman-teman belum mengirimkan kembali sms itu ke diriku :)





REFLEKSI DIRI

29 04 2009

Dalam kesendirian ku…
aku termenung ……
Mencoba merenungi apa yang telah kulakukan selama hidupku..

Aku menangis…. Menangis…. Dan terus menangis
Aku menangis bukan karena aku sendiri…
Tapi aku menangis karena kebodohanku….

Aku tahu hidupku didunia ini tidaklah kekal…
Aku sadar aku akan kembali padaNya…
Aku tahu dan sadar kalau aku harus mempertanggung jawabkan pada Nya..

Tapi… apa yang telah kulakukan….
Tak ada…
Aku tak melakukan apapun….
Aku hanya diam dan mengabaikannya….
Seakan aku telah siap …

Ah sombongnya diriku….
Siapakah aku ….
Nabikah aku
Ulamakah aku
Ambiakah aku…

Bukan … bukan …. Aku bukan mereka…
Aku hanya mahluk hina yang bergelimang dosa…
Aku hanya Insan lemah yang terperangkap …
Tanpa daya dan upaya….

Tapi kenapa hatiku tak tergerak…
Seakan derajatku lebih tinggi dari mereka….
Seakan amalku lebih banyak dari mereka…
Sombong… sombong… benar-benar sombong…

Ya robb…. Ampunilah hambamu, jangan Kau keraskan hati ini, jangan Kau tulikan telinga ini, jangan  kau butakan mata dan hati ini, jangan Kau belenggu aku dengan rantai kenikmatan dunia.. Ya rob gerakan lah jiwa dan ragaku untuk mengabdi padaMu, Tuntunlah aku, bukakanlah pintu hati ku selebar-lebarnya, Berikanlah hidayah padaku dan tempelkan erat-erat pada diri ku…. Agar aku melaksanakan kewajiban ku bukan karena rasa takutku padamu, bukan pula karena aku menginginkan surgamu, tapi karena rasa cinta ku padaMu, rasa sayangku padamu dan keinginanku untuk menjadi kekasih dan abdi Mu yang setia. Ya robb… jadikanlah yang terbaik menurutMu baik pula di mata  dan hati ini, agar aku dapat menyenangi dan mensyukuri apa pun yang Engkau berikan. Ya Rob berikanlah kemudahan padaku untuk kembali kejalanMu, Jalan yang penuh dengan keridhoanMu.





AKHIRNYA KANCING ITU TERLEPAS

22 04 2009

Saat-saat yang tak mengenakan itu akhirnya datang juga, mau tidak mau, rela ataupun tidak, aku harus terima kehilangan sebuah kancing yang beberapa waktu terkahir ini menempel erat dalam pakaian kehidupanku. Kancing yang selalu kupertahankan. Setiap kali ia akan terlepas aku berusaha untuk menjahit kembali dengan benang-benang kesetiaan, ketulusan dan kepercayaan. Dengan penuh kesabaran ku cari dan kukumpulkan helai demi helai benang itu dan Tak ada kata menyerah untuk merajut benang-benang itu menjadi sebuah tali kuat yang dapat mengikatnya. Aku tak pedulikan lagi, walaupun untuk mengumpulkannya aku harus mengemis, atupun mengais-ngais, karena dalam benakku hanya ada kata mempertahankan kancing-kancing itu agar tetap berada pada tempatnya.

Tapi kenyataan berkata lain, kancing itu akhirnya terlepas juga dan rasanya begitu sakit, perih, dan sesak. Kombinasi rasa yang belum pernah aku rasakan dan aku bayangkan sebelumnya. Sakitnya melebihi hujaman tombak yang menusuk jantung, perihnya melebihi sembilu yang mengiris hati, dan sesak yang kurasakan melebihi sesak berada diruang hampa. Aku limbung, aku goyah dan akhirnya terpuruk. Kedua kaki ku gontai tak kuat menopang tubuh besarku. Tubuhku lemas seakan tanpa tulang, hanya seogok daging tanpa penyanggah. Jiwakupun pergi meninggalkan raga yang tergeletak lemah tanpa daya, menyesali hilangnya kancing yang selama ini melekat pada pakaianku.

Lama aku terpuruk tak berdaya, menyesali tanpa dapat berbuat apapun. Hingga akhirnya seseorang datang menghampiriku, membuka mata hatiku, menyadarkanku, menyuruhku untuk bangun dari tidur panjangku. Memberikanku semangat agar aku bangkit dari keterpurukan yang telah meninabobokanku. Dia mengingatkan ku, kalau selama ini aku melupakan sesuatu dan ternyata itu merupakan benang yang terpenting agar aku tak terluka.

Ya…. Aku lupa merajut benang keiklasan dan ketawakalan. Aku lupa mengikut sertakan mereka dalam rajutan tali yang kubuat untuk mengikat kancing-kancing itu. Sebuah benang yang lentur, lembut dan kuat. mereka mengikat erat tapi tak menyakitkan, dan membuatnya terasa nyaman, kuat bukan berati tak dapat diputuskan. Bukan pula merekatkan kancing itu untuk selamanya. Tapi dengan kelenturanya mereka akan mengajari dan menjadikan kita siap melepaskan kancing tersebut. Dan dengan kelembutannya mereka akan meredakan rasa sakit, saat kancing-kancing yang lain terlepas.

 

Ya Tuhan… berikan kemudahan bagiku untuk dapat menemukan benang keiklasan dan ketawakalan itu. Agar aku bisa mengayam sebuah tali yang kuat, lentur dan lembut yang akan kugunakan untuk mengikat kancing-kancing pada pakaian kehidupanku dan tidak terasa sakit lagi saat kancing itu harus terlepas kembali suatu saat nanti.





ADA APA DENGAN ANGKA 13

15 04 2009

Pernakah kalian memperhatikan, kenapa di hampir semua maskapai penerbangan lokal, tidak ada kursi nomor 13 ? Awalnya aku tak memperhatikan masalah ini, tapi kemarin saat aku melakukan perjalanan dari Jakarta ke Semarang dan arah sebaliknya, teman seperjalananku menanyakan hal diatas. Aku pun sempat terheran-heran kenapa dia menanyakan hal itu. Setelah aku perhatikan dan aku flash back kembali, akhirnya akupun sempat memikirkan hal itu. Memang selama aku melakukan perjalan dengan menggunakan transportasi udara dari berbagai macam maskapai, memang tak tercatum angka 13 pada kursi penumpang, selalu saja mereka melompatkannya. Pernah suatu kali aku dan salah satu teman seperjalanan ku duduk terpisah. Dia duduk dinomor 12 dan aku duduk di nomor 14. Kami pikir saat itu kami terpaut satu barisan, tapi ternyata aku duduk tepat dibelakang kursinya. Dan kursi nomor 13 itu tak ada.

 

Temankupun pernah beragument mengenai kejadian ini. Menurut dirinya nomor 13 itu angka sial dan perlu dihindari, makanya setiap orang yang mendapatkan angka tersebut akan tertimpa suatu kesialan. Apa mungkin seperti itu ? Jujur aku tidak percaya dengan pernyataan itu. Masa ada sih angka sial seperti itu. Kalau menurutku bukan karena angka 13nya yang membuat sial, tapi lebih karena perspektif mereka yang mendapatkan angka 13 itu akan terkena sial. Mereka telah mengeset otak kanan mereka bahwa angka itu sial, maka secara tidak sadar akhirnya tingkah laku mereka mewujudkan hal itu. Aku sempat menanyakan hal ini pada sahabatku, yang kebetulan dia seorang psikiater, menurut dirinya Otak merupakan penggerak dari tubuh kita. Jika otak kita memikirkan A maka ia akan memberikan stimulus keseluruh anggota tubuh untuk merealisasikan A itu. Dan akupun pernah membaca satu buku (tapi sayangnya judulnya lupa) kalau kita memikirkan sesuatu maka aura dan lingkungan yang berada disekitar kita akan membantu untuk mewujudkannya. Mengenai hal ini aku pun mengalaminya, dalam pikiran sudah ter set bahwa pekerjaan seorang marketing itu sangatlah sulit, dan anehnya, hingga kini aku belum bisa untuk menjadi seorang marketer sejati. Ada saja hal-hal yang membuat diriku susah untuk mewujudkannya.

 

Kembali ke angka 13, karena rasa penasaranku, kemarin sempat aku tanyakan pada seorang pramugari yang sedang bertugas, tapi jawabanya kurang membuatku puas, dia hanya bilang kemungkinan itu merupakan angka sial. Saat pesawat landing, akupun coba mencari jawaban kepada seseorang yang sedang mengecek kondisi pesawat. Lagi-lagi jawaban yang sama aku dapatkan. Apa memang seperti itu? Mungkin diantara teman-teman ada yang tahu alasannya





DUH SENANGNYA….

14 04 2009

Wah hari ini aku senang banget, lagi Boring nunggu untuk boarding ke Semarang, iseng-iseng buka note bookku, eh enggak tau nya dapat hotspot gratisan. hik..hik…hik… langsung dapet ide untuk nulis ini, (Narsis.com). Aku baru tau kalau ternyata di ruang tunggu bandara Soekarno Hatta itu ada hotspot gratisan dari XL, seperti dapet durian runtuh he..he…he.. (wah ternyata si endut katro banget ya) Udah gitu akses datanya lumayan cepet lagi. enggak seperti Im2 yang terkadang harus bisa bersabar ria untuk dapat mengakses datanya…

Kok enggak dari kemarin ya, taunya kalau di kawasan bandara ini ada hotspot gratisan, kan lumayan bisa hemat pulsa IM2 ku… hik..hik..hik.. :( . Tapi sayangnya hari ini teman-teman ku kok enggak ada yang ol apa masih kepagian kali ya, ya maklumlah aku ada di ruang tunggu sejak jam 6 pagi…

Oke deh… sepertinya aku harus mengakhiri tulisan ini, berhubung bosku udah datang enggak enakan ngacangin… he..he…he..

Jakarta, 14 April 2009