SURAT TERAKHIR

21 05 2008

Semalam entah mengapa hati ini ingin sekali membuka sebuah kotak yang telah lama tersimpan rapi. Kotak yang di berikan tante Citra saat aku menghadiri pemakaman Boby, sahabat baiku yang meninggal karena kecelakaan mobil sehari sebelum hari pernikahannya. Masih terngiang di telinga ini apa yang di bisikan saat itu. “ Bi…! Ini titipan dari Boby sebelum ia pergi”, bisik tante lirih menahan isak tangis karena kehilangan anak lelaki satu-satunya.

Akhirnya dengan rasa ingin tahu gw coba buka isi kotak itu. Di tumpukan paling atas kulihat ada sebuah Novel masih terbungkus rapi. Sebuah novel kehidupan karya seorang penulis jepang. The remind of the day. Best Seller, terlintas ku baca sampul itu. Lalu kuteruskan untuk melihat tumpukan berikutnya. Sepucuk surat bersampul putih polos tertulis teruntuk sahabku. Abi. Dengan rasa penasaran kubaca surat itu :

Teruntuk sahabatku Abi,

Besok adalah hari yang baru buat ku dan kehidupanku, Terhitung esok hari aku sudah tidak mungkin bisa bersama-sama kamu lagi, menjaga kamu, dan berada disamping kamu saat kamu menghadapi masalah. Karena aku harus pergi jauh dan untuk waktu yg aku sendiri tidak tau sampai kapan. Kamu adalah sehabat sekaligus adikku, aku hanya ingin berpersan kepada kamu jangan lah terlalu mudah untuk percaya sama orang. Karena tidak semua orang itu sama. Dan tidak semua orang itu baik.
Sebenarnya aku tidak tega untuk meninggalkan kamu disini sendirian, kalau saja Roni masih masih hidup, atau Kokoh dan Cici ada disini mungkin aku enggak akan setakut ini. Kamu itu orangnya sangat labil, walaupun terlihat kamu tegar menghadapi masalah. Kamu memang bisa menjadi tempat curhat buat teman dan sekaligus sahabat kamu. Terkadang masukan yang kamu berikan begitu dewasa jauh melebihi usia mu. Tapi dibalik itu semua kamu rapuh dan mudah sekali goyah. Kamu pintar menyembunyikan perasaan kamu kepada semua orang termasuk kedua orang tua mu. Tapi tidak dengan ku, aku selalu tau kapan kamu sedih dan kapan kamu butuh seseorang untuk menemani kamu. Kamu tidak pernah bisa bilang tidak buat orang yang kamu sayangi, walaupun pada akhirnya akan membuat boomerang buat kamu sendir.
Abi sahabatku…
Aku masih ingat ketika kamu jatuh terpuruk hanya karena cinta. Aku masih inget waktu kamu hampir terjermbab dan masuk ke dalam jaringan narkotika.. Jujur aku sangat takut kala itu. Tanpa kamu sadari aku terus mengawasimu dan menjaga kamu. KArena saat itu kamu sedang marah dengan keadaan kamu, kehidupan kamu, semua teman dan sahabat kamu tak terkecuali aku. Kamu tidak mau di temani, kamu tidak mau didampingi, karena kamu tidak mau orang lain tahu bahwa kamu sebenarnya rapuh, dan butuh seseorang untuk mendapingi kamu. Tapi sadarkah kamu bahwa ke sombongan kamu ini telah menyebabkan si Roni frustasi. Dia mengangap bahwa kamu menyalahkan dia atas semua ini, serta dia merasa bahwa tidak ada lagi yang sayang dan peduli sama dia saat itu, karena itulah dia memutuskan untuk mengakhiri kehidupannya.
Sesaat aku terhenti dan terdiam. Pikiran ku terlempar ke 7 tahun lalu sehari sebelum kematian Roni. Aku ingat saat itu Roni sempat menelpon ku, dia meminta aku untuk menemaninya, “Bi ! loe bisa kesini kan, gw lagi butuh temen utk ngobrol?” pinta Roni di seberang telpon. “Sorri gw enggak bisa, gw lagi males untuk kemana-mana dan males diganggu.” Jawab ku cuek. “Tapi bi… gue lagi depresi nih, gue lagi banyak masalah, please bi.. Tolong ya loe ke rumah, atau gue yang kerumah loe.” Kata Roni dengan nada sedikit memohon. “ENGGAK!!!.LOE BUDEK APA, KAN TADI GUE UDAH BILANG KALAU GUE TUH ENGGAK MAU DIGANNGUNG, LAGI PULA YANG PUNYA MASALAH BUKAN LOE AJA, GUE CAPEK DENGERIN KELUHAN LOE. ENGGAK BISA APA LOE ENGGAK GANGGU GUE DENGAN MASALAH LOE ITU” hardik ku sambil matikan hp. Dan sejak itu aku enggak pernah bisa mendengar suara, canda dan tawanya, serta keluh kesahnya yang selama ini mewarnai hidup dan pertemanan kami. Sungguh penyesalan yang datang terlambat. Tak terasa air mataku pun menetes. Kemudian aku lanjutkan membaca surat itu.
Abi adiku….
Berjanjilah satu hal kepada kakakmu ini, bahwa kamu tidak akan pernah melakukan hal yang bodoh itu lagi,dan kamu akan selalu ceria walau badai kehidupan datang menderamu karena aku tidak mungkin bisa mengawasi kamu lagi. Aku telah memiliki kehidupan lain. Jadilah abi yang tegar bukan hanya terlihat dari luar tapi juga dalamnya. Janganlah pernah menyerah, dan yakinlah satu hal, bahwa kamu punya orang-orang yang menyayangi kamu dengan tulus walaupun mereka berada jauh diseberang sana.
Aku tahu, kamu suka sekali membaca novel-novel tentang kehidupan, karena itu aku belikan novel ini untuk mu, agaplah ini sebagai pengganti diriku. Buku ini bagus, dan aku yakin kamu bisa banyak mengambil hikmah dari novel ini.
Terakhir aku mohon doa dari mu agar aku bisa menempuh kehidupan baru ku ini.

Sahabatmu,

Boby

Sayang bob, kehidupan yang kau maksud tidak terlaksana. Memang kamu meninggalkanku tapi untuk selama-lamanya, bukan hanya beda negara tetapi beda alam.  Semoga engkau tenang disisinya.


Aksi

Information

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: