SEANDAINYA KALIAN ADA DIPOSISIKU

4 01 2009

Membaca blog dari mbak erna (HIV/AIDS.. ADA DI SEKITAR KITA !) mengingatkan aku pada seorang sahabat yang kini sedang berjuang melawan penyakitnya. Sebuah penyakit yang dideritanya karena kesalahan atau kecerobohan dalam bekerja, bukan karena narkoba ataupun karena sex bebas. Penyakit yang merenggut semua kebahagiaannya. Karena penyakit ini dia harus rela dijauhkan dan dikucilkan, bahkan dia harus rela kehilangan seseorang yang dia cintai.

Kemarin aku bersama sahabatku berkunjung kerumahnya. Awalnya sih hanya ingin menanyakan kenapa dia tidak datang pada tanggal 30 Kemarin. Dan sekaligus ingin bersilaturahmi, karena memang kita sudah cukup lama tidak berjumpa. Alangkah terkejutnya aku saat aku mendengar penuturan dari dirinya, bahwa dia terkena HIV AIDS. Suatu penyakit yang sangat ditakuti dan merupakan malapetaka untuk yang mengidapnya. Saat dia menuturkannya kulihat raut mukanya begitu sedih dan ada tetesan air mata yang membasahi pipinya.

Dia juga menuturkan bahwa kekasihnya pergi meninggalkannya, saat  kekasihnya tahu kalau dirinya terkena penyakit itu. Pernikahan yang dulu dia idam-idamkan kini hanya tinggal kenangan. Bukan itu saja teman-teman yang dahulu selalu berada disekelilingnya satu persatu pergi menjahuinya, bahkan sebagian keluarganya pun mulai menjaga jarak dengannya. Dan lebih parahnya kini dia kehilangan pekerjaanya. Yups dia dikeluarkan dari tempatnya bekerja. Dia merasa apa yang dia kerjakan selama ini sia-sia, pendidikan spesialisnya yang telah dia selesaikan kini tak berguna, karena orang-orang yang dia cintai kini menjauh darinya.

Kemudian dia bertanya pada kami “Bi, Wan, Seandainya kalian berada diposisiku apa yang akan kalian lakukan?” Kami hanya saling berpandangan dan berusaha untuk menghibur dan menyemangatinya. “Dan pastinya Aku, dan koh wawan takan pernah meninggalkan kamu. Apapun keadaan kamu, kamu tetap menjadi sahabat bagi kami”. itulah kalimat yang aku ucapkan ke dia.

 


Aksi

Information

34 responses

4 01 2009
ernalilis

Eh.. jadi pertamax juga…!
Dan.. ehmmm.. akhirnya namaku juga disebut juga oleh Abiku ini..

Abi.. aku ikut prihatin dengan apa yang terjadi… memang sih, kalau dia bekerja di bidang kesehatan trus mengidap HIV begitu jadi bingung juga.. mau diperkerjakan beresiko juga kan..?

Mungkin yang bisa dilakukan memang memperbaiki psikisnya.. terbukti bahwa orang-orang yang bisa menerima diri sendiri dengan baik dia akan lebih bisa survive dan tidak jatuh ke fase AIDS.. Dukungan orang-orang terdekat itu yang dibutuhkan..
terutama dari pasangan hidup..

Trus mungkin yang lebih bagus adalah pendekatan ke arah spiritual.. agar dia memanfaatkan sisa umur ini dengan lebih mendekatkan diri pada Tuhan

ehhhh ini comment panjang banget yha???

(dasar cerewet……!) hehehe

He..he…he selamat ya…
apalagi pertamax udah mau turun lagi… he..he..
Wah… *tersipu malu*

Sekarang ini kamipun berusaha untuk memberikan perhatian kami kepadanya, karena kini kami berdua yang masih berkomunikasi dengannya…🙂
*GR Sok perhatian sambil nyengir kuda*

Gpp kok mbak yang penting panjangnya jangan ngalahin tulisan nanti pembaca bingung mana tulisan mana komentar..🙂
*Wah lagi-lagi GR*

5 01 2009
agoyyoga

Benar-benar suatu kebetulan, saya baru saja membuka kepmen tentang Aids ketika membaca artikel ini.
Menaker telah mengeluarkan kepmen no. 68/MEN/IV/2004 tentang pencegahan dan penanggulangan HIV/AIDS di tempat kerja. Menaker juga telah menandatangani kesepakatan tripartit antara menkesra, pengusaha dan Serikat buruh/pekerja, sebagai pendukung kepmen tersebut. Didalamnya disebutkan penggunaan prinsip & kaidah ILO untuk mengatasi persoalan ini. Konstituen ILO ini ada 10 prinsip, tiga diantaranya, melarang diskriminasi buruh/pekerja yang menderita Aids, melarang perusahaan mennayakan informasi terkait Aids pada pelamar, dan infeksi HIV tidak boleh dijadikan alasan PHK.

Saya prihatin dengan kondisi teman Mas, semoga ada jalan keluar yang baik atas persoalan ini.

Seharusnya memang demikian, tapi apa mau dikata mbak…
Makasih atas keprihatinannya…

5 01 2009
Nug

Keduax…🙂

wah sayang mas… disalip mbak yoga tuh… jadi enggak jadi deh😦

5 01 2009
Nug

Baru mikir deh..🙄

Uh.. ternyata berat banget pertanyaannya Bi..
Aku terdiam sendiri cukup lama…
Sepertinya aku agak larut dalam perihnya luka dihati sabahatmu itu..

Masih susah mau komen apa, terdiam…

Kalau masih susah, ya wes kita minum kopi dulu.., makan cemilan dulu…🙂
*Enggak nyambung banget*

5 01 2009
Nug

Mencoba untuk keluar dari jiwaku yang turut tergetar, sedih…

Setelah mikir pelan2.., aku akan bilang begini Bi:
1. Mendekat ke Allah dan meminta kesembuhan dariNYA, disamping upaya medis yang bisa dilakukan;
2. Mendekat ke Allah dan meminta dikuatkan hati dan jiwa kita, agar tetap bisa tabah dan kuat menghadapai masalah ini dengan hati dan pikiran yang jernih..
3. Mendekat ke Allah dan meminta dikuatkan raga kita agar kita tetap bisa melangkahkan kaki menjalani hidup secara positif dan berbagi tentang hal ini kepada masyarakat yang lebih luas agar setiap langkah yang kita lakukan berikutnya menjadi ibadah dan bermanfaat buat oleh lain. Lakukan apa saja yang bisa dilakukan.
4. Mendekat ke Allah karena Allah tak akan menjauh dari kita saat orang-orang lain menjauh.
5. Mendekat ke Allah karena Allah Maha Mengetahui apa2 yang tak kita ketahui. Percaya ada hikmah dibalik setiap kejadian dan jangan prejudice ke Allah. DIA tau persis yang terbaik buat mahluk ciptaanNYA ini.
6. Jika ingin menangis, menangislah, lepaskan kesal, sedih, kecewa, tanya hingga puas dan berhentilah saat air mata itu mulai mengering. Lalu mulailah tersenyum, karena senyum itu akan memberinya kekuatan yang tak pernah disadarinya. Senyum itu juga akan lebih menusuk hingga relung terdalam hati orang2 yang ditemuinya untuk bisa tetap menghargai dan merasakan manfaat dari kehadirannya. Seyum itu juga akan membuat Allah juga tersenyum padanya dan hangatkan jiwanya.

Hm.. setidaknya itu yang terpikir olehku saat ini sahabatku..

Terimakasih mas atas advancenya… Smoga saja dia membaca tulisan ini dan menyadari bahwa masih banyak orang yang peduli padanya…

5 01 2009
Nug

Satu lagi, mumpung traffic lagi kosong,

Aku senang sikapmu yang tak meninggalkan sahabat yang sedang sakit gitu. Itu akan sangat berarti buatnya. Dan kalo soal mati, mukin kita bisa bilang ke dia, bahwa gak berarti kalo aku gak kena HIV akan mati lebih lama dari dia. Karena Lahir dan Mati adalah rahasia Allah sepenuhnya. Bisa jadi kita malah duluan dipanggil Allah (dengan cara lain) ketimbang dia.. and that is really true.. Mati sudah pasti, cuma masalah kapan aja kok.. Dan dalam hal ini nasib kita sesungguhnya gak jauh2 amat bedanya sama sahabatmu itu..

Sebenarnya bukannya mati ia takutkan dan dia pikirkaan, tetapi hidup tanpa ada seseorang yang menemaninya, mengasihinya, memperhatikannya… Itulah yang ia takutkan. dan itu juga yang dia sampaikan pada saya..

5 01 2009
Nug

Wah.. gitu yaa..?
Kok jadi kayak cerita Ayat-ayat Cinta yah.. ?
Mestinya dia akan tetap bisa punya banyak teman dan sahabat… Tapi kalau sampai menikah, bukankah itu akan berseiko tinggi menular pada istrinya..?

Ya kira-kira seperti itu lah mas…
Kalau untuk menikah sepertinya dia sudah tidak berpikir untuk kesana.. Selama ini dia belum pernah merasakan hidup sendirian, dan ini lah yang menjadi ketakutannya hidup tanpa ada teman or sahabat, karena penyakitnya…

5 01 2009
_rabindrasahara

trenyuh skali mndengarnya. apalagi ddukung oleh perlakuan dr lngkungan kita yg sya rasa blm trlalu cerdas menyikapi prsoalan2 HIV/AIDS. slogan “jauhi penyakitnya, jgn jauhi orangnya” itu hnya skedar slogan. parahnya lgi, AIDS itu slalu diidentikkan dgn penyakit “kotor” dgn imej bhwa AIDS itu slalu hadir krn “kekotoran” prilaku kita. sgt dbtuhkan pencerahan agar imej itu perlahan direduksi oleh usaha2 utk memperhatikn penderita AIDS.

dunia mereka adl kita, kawan…

Yups bener banget, tapi namanya manusia ya pasti akan ada aja yang beranggapan seperti itu.. Smoga ini menjadi pelajaran buat kita untuk menentukan sikap…

5 01 2009
_rabindrasahara

btw, trimakasih udh brkenan mampir di gubuk reyot sya yg penuh compangcamping di sanasini ya, bang…🙂

mmm makasih ata kunjungan baliknya…

5 01 2009
BeBe Gunawan

Salam kenal..

Jalani waktu yang ada sebaik-baiknya dan melakukan hal yang berarti.
Belajar menerima keadaan.
Mungkin hanya itu yg bisa aku lakukan.
Saat aku tulis comment ini, di meja kerja ada sebuah postcard ttg HIV/AIDS.
Virus yg mengerikan karena bisa memupuskan berbagai kesempatan berharga.
Tetaplah peduli dgn sahabatmu itu.. =)

Wah kebetulan sekali ya mbak..
Tapi untuk menerima suatu keadaan (pasrah) itu tidak lah mudah, butuh perjuangan yang berat untuk itu…
Makasih mbak smoga saya tetap bisa care terhadapnya…
Salam kenal…🙂

5 01 2009
hanif

Salah satu yg menjadi kelemahanku adalah kekurangpekaan thdp permasalahan sahabatku. Sepertinya aku harus belajar banyak dari Mas nih.
Kata sahabatku “Hidup tanpa seorang sahabat bagai kematian yg tak seorangpun menjadi saksi”Mungkin dengan menciptakan keberartian itu dgn dukungan mas abi,hidup sahabat mas bisa lebih bahagia. Seperti film be with you,pemeran utamanya rela hidupnya sebentar asal dirinya bahagia bersama orang2 yg mmbuatñ brarti

*Terbang keawan merasa tersanjung*
Apa yang saya lakukan belumlah sebanding dengan apa yang pernah dia berikan, saya hanya ingin membalasnya apa yang pernah ia tanamankan ke saya dahulu… Dan saya yakin kamu pasti bisa lebih dari saya…

5 01 2009
Farrel

hikk…hikk… jadi terharu nich….
Penderita HIV/ AIDS ga’ perlu dijauhi. MAlah kita harus mensupport dia…🙂

Iya mas seharusnya memang seperti itu, tapi namanya juga manusia ya seperti itu, terkadang teori dan kenyataan itu sangatlah berbeda… he..he..he🙂

5 01 2009
angga erlangga

Semoga HIV ada obtanya.. (lho ko..)

Salam kenal…😉

Smoga saja mas… dan saya yakin setiap penyakit pasti ada obatnya, karena Allah menciptakan segala sesuatunya itu berpasangan, seperti siang dan malam, baik dan buruk, dan pastinya juga penyakit dan obat…🙂
he..he…he Salam kenal makasih udah mampir

6 01 2009
antokoe™

Turut prihatin dan sampaikan salam ke sahabatnya.
Moga2 tabah menghadapinya.

Makasih atas keprihatinannya mas…
dan makasih juga udah mampir ke blog saya…🙂

6 01 2009
Rindu

Saya akan berdoa semoga kita dilindungi ALLAH dari segala yang menyakitkan kang … saya belum siap kalau harus berada di posisi itu, emang akan siap?

*loh koq balik nanya De*

Amin… Makasih atas doanya ya de…
Saya rasa kalau ditanya siap atau tidaknya, sebagian besar orang akan menjawab tidak akan pernah siap, tapi namanya juga takdir mau, tak kita harus menerima, itu yang pernah saya baca..
*Sok bijak ya.*

6 01 2009
erander

Tuhan tidak memberikan cobaan yang tidak dapat dipikul oleh umat-Nya. Jadi .. apapun yang diberikan-Nya pada seseorang, sepanjang ikhlas menerimanya .. insya Allah semua akan terasa ringan. Masalahnya .. sering kali untuk menjadi ikhlas itu yang terasa berat.

Mario Teguh pernah mengatakan dalam acaranya di MetroTV bahwa Tuhan tidak pernah menyuruh kita gagal. Kitalah yang membuat kegagalan itu. Dan Tuhan tidak juga menyuruh kita malas. Kita sendirilah yang malas.

Jadi .. seperti terkena penyakit menular, cacat phisik, orientasi berbeda dlsbnya diperlukan jiwa yang kuat dan keikhlasan yang total untuk menerima ‘takdir’-Nya. Dan saya pikir, temannya mas Abin punya modal untuk itu. Apalagi .. dia punya sahabat seperti mas Abin, tentulah dia akan lebih tegar. Salut saya juga dengan mas Abin yang tidak meninggalkan sahabat dalam keterpurukan.

Mungkin saran saya, mas Abin bisa ajak temannya untuk menuliskan ‘gundah’ hatinya dalam blog. Agar bisa sharing dengan pembaca lain. Dan membuat kehidupan menjadi lebih berarti buat dia dan orang² yang membacanya.

Saya jadi teringat .. ada blog, seseorang yang menderita leukimia dan sedang menghadapi ajalnya. Blog tersebut laris manis .. sampai² ada pembaca yang menyelidiki, apakah blog tersebut ditulis oleh orang yang bener² sedang sekarat ato orang yang sehat?

<em>”Salut saya juga dengan mas Abin yang tidak meninggalkan sahabat dalam keterpurukan”Duh GR Lagi nih… He..he..he..🙂
sebenarnya saya cuman membalas apa yang pernah dia lakukan ke saya. Apa yang saya lakukan ini belum seberapa dibandingkan yang di lakukan pada saya dan sahabat saya.
Makasih atas sarannya mas, saya rasa itu ide yang cukup bagus, dan perlu untuk dicoba

6 01 2009
bicarasamaawan

semoga dia tabah malwan penyakitnya. bicarasamaawan sering berdoa untuknya.🙂

Makasih doa dan juga kunjungannya…

6 01 2009
Rita

Liat dari penjelasan diatas jadi penasaran kesalahan apa yang dilakukan sehingga penyekit itu mampir padanya?
epakat dgn semua yang dikemukakan ma mas Nug…
Seandainya ada yang mau memberikannya pekerjaan yaa….??
Semoga diberi kekuatan…. semoga beroleh kemuliaan atas ketabahan menghadapi cobaan ini, amienn…

Sebuah kecerobohan saat dia menolong seseorang pasien yang ternyata pengidap HIV…😦

6 01 2009
fairuzdarin

Semoga sahabat Mas Abi tabah menghadapinya. Sahabat yang tetap setia menemaninya pasti membawa arti banyak buat dia.🙂

Makasih mas…
Itulah dulu yang ia tanamamkan pada saya. Dan sekarang saya hanya membalasny saja…🙂

6 01 2009
kweklina

Wah…aku benar-benar terpaku
Ngak tahu berbuat apa…mau iba ..maish sedih campur aduk jadi satu
Walaupun bukan didepan mataku…tapi seakan-akan sinar redup matanya menerobos jiwaku
hanya satu yang bisa aku lakukan berdoa dab berharap ,”semoga dia selalu dapat teman yang mampu menguatkannya seperti Mas Abi yang Baik hati

wah…andai aku diposisi dia, mampukah aku setabah itu?
mampukah aku menunggu esok hari mentari menyapaku?
mampukan aku tersenyum di setiap kegentiran yang telah menyatu dengan darahku!
ya..Tuhan…hilangkan dan lenyapkanlah penyakit mengerikan ini dari muka bumi?
kirim mujizatmu, untuk kesembuhan mereka!

Semoga pemerintah memberikan kebijakan dan tempat yang layak untuk menampung mereka, sehingga mereka tidak merasa sendiri, ada orang yang saling menuatkan!

Saya pun sama mbak lin…
kalau saya diposisi dia belum tentu saya akan bisa setabah dia.

Mas Abi yang Baik hati🙂
*GR Terbang ke awan*

Saya hany ingin membalas apa yang dia telah tanamkan pada saya dan sahabat saya. Hal yang kami lakukan tidak sebanding dengan apa yang pernah dia berikan kepada kami. Semoga penderita-penderita lainya bisa mendapatkan perlakuan yang bijaksana.

6 01 2009
Vintage Gadget

Selamat tahun baru!

Met tahun Baru, makasih udah sudi mampir..

6 01 2009
tanti

Aku jadi ingat lagunya Ruth Sahanaya & Katon Bagaskara

“Usah Kau Simpan Lara Sendiri”

Kulihat mendung menghalangi pancaran wajahmu
Tak terbiasa kudapati terdiam mendura
Apa gerangan bergemuruh di ruang benakmu
Sekilas galau mata ingin berbagi cerita

Kudatang sahabat bagi jiwa saat batin merintih
Usah kau lara sendiri masih ada asa tersisa

Letakkanlah tanganmu di atas bahuku
Biar terbagi beban itu dan tegar dirimu
Di depan samar cahya kecil tuk memandu
Tak hilang arah kita berjalan menghadapinya

Sekali sempat kau mengeluh kuatkah bertahan
Satu persatu jalinan kawan berajak menjauh
Kudatang sahabat bagi jiwa saat bathin merintih
Usah kau lara sendiri masih ada asa tersisa

Tak hilang arah kita berjalan menghadapinya
Usah kau simpan lara sendiri

—-

Semoga teman Abi dikuatkan karena dia punya sahabat untuk berbagi duka laranya.

Amin semoga semua yang mengalaminya diberikan kekuatan oleh Nya..
Btw pas banget tuh lagunya…
*Lari cari kasetnya*

6 01 2009
det

sebuah kenyataan hidup yang sangat dilematis. kok bisa tertular itu gimana ceritanya om?

Tertular saat dia sedang menolong pasien yang terkena hiv, entah kenapa tertusuk jarum suntik bekas pasien tersebut tanpa disengaja…

7 01 2009
Mas Koko

Saya tidak mempunyai ilmu banyak tentang penyakit itu, maka saya hanya bisa membantu lewat do’a saja, semoga diberikan pertolongan oleh Allah…

Amin Smoga para penderita yang lain mendapatkan pertolongan dari-Nya

7 01 2009
dania

semoga ia mendapat kekuatan dalam menjalani semua…

Amin… Semoga para penderita yang lainnya diberikan kekuatan dalam menjalaninnya…

7 01 2009
Hilal Achmad

hmmm … apa ya .. mungkin saya akan bilang “dont worry guys, show must go on, it’s no late to start a new day .. we are not late yet .. still have a chance and opportunity”

Sepertinya mudah ya.. mas, tapi susah untuk orang yang menjalaninya…

7 01 2009
omiyan

karena mereka kita jadi berintropeksi diri

Yups benar mas…

8 01 2009
Samsul Arifin

Kalau aku berada di posisimu, akan aku sms dia setiap hari yang berisi, “Bagaimana kabarmu hari ini, kawan?”, “Adakah cerita menarik hari ini, sahabatku?”, atau “Maukah kau berbagi cerita padaku tentang hari ini, teman?”. Suruh dia nge-blog, dan mintalah ia mendokumentasikan sisa hidupnya. Bukukan blognya suatu saat nanti kalau perlu.

Wah sepertinya ide bagus tuh mas..
sayangnya dia tidak hobi menulis. Btw thanks mas atas masukannya..

11 01 2009
Ria

Semoga Allah bisa menjaganya dan memberikan keiklasan untuk temanmu mas🙂
Sahabat adalah seseorang yg akan lebih banyak meluangkan waktunya untuk menemani kita di saat kita berduka dan merasa tidak punya siapa2 …

Amin… Smoga mereka yang menderita seperti temanku diberi kekuatan…

12 01 2009
sandyputra

Klo aku jadi dia aku jadi ….gila???
Coz itu berat banget.
Soalnya pasti sendiri.
Dan aq takut sendiri.

Menurutku mereka jadi dijauhi karena ada ulah oknum yang seolah2 menunjukkan bahwa pengidap itu bahaya(emang iya, tp jahat gtu maksud q).Jadi efeknya ya gitu tadi itu ke pengidap2 yang baik.
Yah, yang penting temennya dijaga aja ya om. Soalnya cari temen itu sulit, lebih mudah “tengkar” sama sopir angkot (nah lho).

Yang pastinya Tuhan tak mungkin memberikan cobaan melebihi kesanggupan umatnya…
*Sok Bijak Lagi*

2 02 2009
Saat Kutermenung

[…] Jadi jangan menyerah dengan penyakit mu mas dan jangan pernah merasa sendiri dan tak berarti (Seandainya kalian berada diposisiku). Dan buat kalian semua yang mengalami hal yang serupa tapi tak sama, yakin lah bahwa Tuhan itu maha […]

4 02 2009
Nadiah Alwi

Sungguh membuat saya sedih. Doa saya untuk beliau.

Abindut:
Pastinya untuk penderitaa yang lain ya mbak… thanks..🙂

7 02 2009
Upik

Mas Abi,
Melihat kenyataan sekarang ini, tidak menutup kemungkinan bahwa penderita AIDS akan semakin bertambah banyak.. bahkan cerita Mas Abi semakin menambah keyakinanku bahwa setiap orang memang harus siap dnegan kenyataan [yang terpahit sekali pun]..😦
Postingan ini benar2 mengingatkan, terutama aku, yang juga pernah memiliki sahabat yang demikian [sekarang sudah almarhumah..]
Semoga kita tetap akan bisa menerima kehadiran sahabat dan membagi kasih sayang dengan mereka sekalipun mereka memiliki kondisi sebagai penderita AIDS..
Salut…🙂

Abindut:
Benar mbak upi… Kasus HIV ini memang bak gunung es, di Indonesia datanya tidak akurat…
Memang benar kita harus berhati-hati… dan berdoa..
Sayapun bingung jika berada seperti teman saya ini..

15 02 2009
shofiyah

Ummm
kakak postingannya mengharukan semua.. T_T
aku juga tidak bisa membayangkan jika aku diposisi itu..,
Qadarulloh wa masya’a fa’al..,
Untung ada teman kayak kak abi dan teman-teman yang mau memberi motivasi..,
jangan ditinggal kak orang-orang seperti mereka..,
Bagi semua ambillah pelajaran dari hal ini..,

Abindut:
ha..ha…ha maaf ya..
ya maklum nih suasana hati lagi resah dan gundah…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: