KETIKA RASA ITU HADIR

10 04 2009

Sembilan bulan ini, ada satu perasaaan yang berkecamuk dalam diriku. Perasaan yang terkadang hadir diwaktu-waktu yang kurang tepat. Perasaan yang ingin sekali aku membuangnya jauh-jauh dari hati ini, tapi selalu saja gagal. Semakin kuat aku ingin menyingkirkannya, semakin erat ia mencengkramnya,dan membuat hati ini sesak, terhimpit dinding-dinding maya yang aku sendiri tak mampu untuk menahanya. Biasanya kalau ia telah hadir menghampiriku, aku hanya bisa pasrah, berharap dia akan segera hilang. Dan aku lebih suka menyendiri menikmati rasa itu, karena biasanya aku tak lagi focus dengan keadaan sekitarku, tak lagi asik untuk diajak bicara, tak lagi bisa menikmati suasana diseklilingku.

Perasaan rindu ingin bertemu dengan seseorang yang hingga kini belum bisa aku realisasikan. Perasaan kesal karena aku harus berpisah dengan seseorang. Perasaan bersalah karena aku telah membuat hati orang tersebut terluka. Semua perasaan itu bercampur baur menjadi satu dan melekat erat direlung hati ini.

 Hari ini, perasaaan itu datang kembali menghampiriku untuk waktu yang cukup lama. Padahal saat ini aku sedang bersama seorang yang aku cintai, dan menemaninya untuk menikmati suasana pantai. Alhasil aku tak bisa focus denganya dan lebih banyak diam,  itu terlihat jelas diraut wajah ku, walaupun aku telah berusaha untuk menutupinya. “Nikmati saja mas, jangan dilawan biarkan dia singgah dihati mu”, katanya sambil tersenyum manis, ketika ia melihat perubahan raut mukaku. “Maaf kan mas ya de, tak seharusnya kebersamaan ini terganggu.” Kataku dengan penuh penyesalan. “Ndak apa-apa mas, aku mengerti kok. Enggak usah merasa bersalah, dan ndak usah merasa tak enak hati, karena pikiran dan hati mas tak sedang  bersama ade, hati mas sedang menyambut tamu itu, dan saat ini ade tahu kalau mas ingin sekali menyendiri seperti yang sebelum-sebelumnya. Tapi mas ijinkan ade tetap berada disamping mas dan menemani mas, walapun ade tahu, mas tak ingin bicara dengan siapapun untuk saat ini, termasuk ade.” Ucapnya lembut sambil tangan kirinya melingkar di pinggangku dan menyandarkan kepalanya pada bahuku. Aku pun melirik padanya, kulihat senyum manisnya tak henti-hentinya menghiasi wajahnya. Tak ada terlihat gambaran kekecewaan di raut mukanya, yang kulihat pancaran keteduhan dan ke ikhlasan. Hal ini sungguh membuatku merasa teduh dan nyaman berada disisinya, menikmati perasaan itu yang sedang singgah di hati ini.

Cukup lama aku tertegun di  bibir pantai, ditemani dirinya yang hanya diam, tak ingin mengganggu ku, yang sedang asik menikmati kediamanku. Sesekali ia eratkan pelukan tangannya dan ia sandarkan manja kepalanya di bahuku. Kulihat matanya terpejam, tetapi wajahnya tetap tersenyum menyejukan hatiku. “Ya tuhan, kenapa aku selalu menyakiti hatinya, saat ini pun aku membuatnya terluka, walaupu ia berusaha untuk menutupinya. Aku memang sedang bersama dengannya tapi hati dan pikiranku tidak seratus persen bersamanya.” Gumam ku dalam hati.

“Gimana mas udah merasa baikan?” tanya dengan lembut. “Udah dek, mas udah merasa baik. Sekali lagi mas mohon maaf ya, tak seharusnya mas larut dalam perasaan ini. Tapi kenapa didepan ade mas terlihat lemah, bahkan untuk menyembunyikan perasaan itu mas tak sanggup dan masih saja terlihat oleh ade.” Jawabku penuh rasa bersalah. “Ndak papa mas, justru hal itu lah yang ade senangi dari mas, mas tak pernah bisa bohong didepan ade, entah kenapa ade selalu saja tahu kapan mas berkata jujur dan tidak. Seperti hari ini, ade tahu mas sudah merasakanya sejak tadi pagi, saat kita kerumah mami. Bahkan mami tau kalau moodnya mas sedang enggak baik, walaupun yang lain melihat mas biasa-biasa saja”. Jelasnya dengan nada lembut dan menyejukkan. “Memang dek, mas tak pernah bisa menyembunyikan apapun dari ade dan mami, kalian selalu tau apa yang terjadi pada mas. Kalian adalah dua wanita yang mas cintai dan sayangi. Sebenarnya mas malu dengan kamu dek, karena dulu mas pernah mengkhianati ade,  membohongi ade, tapi ade tak sedikitpun membeci mas, dan masih saja mau hidup bersama dengan mas.” Ujarku sambil menatap wajahnya yang masih saja berada di bahuku. “Sudahlah mas, yang lalu biar menjadi kenangan. Dulu ade belum mempunyai hak untuk marah, lagi pula ade mencintai mas, ade akan merasa senang dan bahagia melihat orang yang ade cintai bahagia dan tersenyum, walaupun untuk hal itu ade harus berlinang air mata dan merasa sesak di hati ini. Itu jugalah yang selayak mas lakukan pada dirinya. Mas sayang sama dia kan?” tanyanya mengejutkan. Aku benar-benar tak menyangka kalau dia akan menanyakan hal ini.

Aku tak menjawab pertanyaannya,ku hanya diam dan kualihkan pandanganku menatap lautan yang terhampar luas dihadapanku. Didalam hati ini bergejolak rasa yang tak menentu, perasaan kaget, rasa bersalah becampur menjadi satu. “Tanpa mas jawab ade tahu kalau mas sayang pada dirinya, dan saat ini mas merindukannya. Jika mas sayang, relakanlah mas, doakan dirinya agar mendapatkan yang terbaik. Sudah cukup rasa bersalah yang mas tunjukan selama ini. Ini sudah menjadi takdir yang memang harus mas dan dirinya jalani, jangan terus menyiksa diri mas seperti ini. Ade yakin ini semua adalah yang terbaik buat kalian berdua dan ade yakin mas dia telah memafaatkan kesalahan yang mas lakukan. Kalau Allah mengijinkan suatu saat nanti, entah kapan kalian akan dipertemukan kembali dan silaturahmi itu akan terjalin kembali dengan lebih baik. Ade juga tahu mas, bahwa dia yang menjadi alasan mas untuk tidak menerima pekerjaan itu. Mas tak ingin menyakitinya lagi, mas tak ingin di sangka selalu membuntutinya kan?” Tanya nya kembali. Sekali lagi aku dibuatnya terkejut, kulirik wajahnya yang masih tergeletak manja dibahu kananku. Aku diam seribu bahasa dan hanya bisa memandang lautan luas di hadapanku. “Tidak usah di jawab mas, karena ade tau jawabannya”. Pintanya sambil menegakkan kepalanya dari bahuku. “Maafkan mas ya de, gara-gara masalah mas ini kita harus berjauhan.” Ucapku lembut sambil menggenggam kedua tangannya. “Tak seharusnya mas menolak tawaran itu, dan membiarkan kamu sendiri disana” tambahku dengan menatap wajahnya.

“Ndak apa-apa mas, toh kita masih bisa bertemu setiap dua minggu ade kan ke jakarta, lagi pula jarak Jakarta – Palembang tidak lah terlalu jauh. Ade ikhlas kok, mungkin inilah yang terbaik buat kita dan kita harus menjalaninya”. Jawabnya lembut dan penuh senyum. Akupun tak bisa berkata-kata lagi, aku hanya diam dan terpaku mendengar kata-katanya. Aku tatap wajahnya yang berkerudung dan dihiasi senyuman penuh ke ikhlasan, seakan-akan tak rela melepaskan pandangan mata ini melirik ke tempat lain. “Terima kasih sayang” ucapku penuh kebahagiaan. Dengan tersenyum akupun memeluk dirinya erat-erat. 

Ya Allah, terimakasih atas semua yang Kau berikan padaku, Kau telah jadikan dirinya sebagai pendamping hidupku. Menemaniku untuk mengarungi sisa hidupku. Kau telah pilihkan dirinya sebagai pelitaku dalam perjalananku menemukan cinta MU.

Kamipun bangkit dan berjalan menelusuri garis pantai kepulauan seribu, menikmati indah sunset sore itu.

 

Kepulaun Seribu, 10 April 2009


Aksi

Information

16 responses

11 04 2009
kenuzi50

aih,.. indahnya sebuah pengertian…..

Abindut:
ehmm… ya begitulah kang, rasanya tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata….🙂

11 04 2009
kenuzi50

ah masa lalu yang tak terungkapkan yah…..? (siap terima curhat ah…. hi..hi….)

Abindut:
ha..ha…ha… tenang kang kalau saya perlu nanti saya hubungi, no hpnya udah adakan… BTW tarifnya giman nih, dihitung per tronton aja ya biar enak ? he..he…he.

11 04 2009
kenuzi50

tunggu apa lagi sih, bi ? mau tak hitungin tanggal baik gak….??? nih, garis besarnya :
1. harus hari libur.
2. harus tanggal muda.
3. harus musim hujan.
4. harus sekarang gak di nanti-nanti.
5. harus sungkem sama kenuzi… ha…ha….😀

Abindut:
Wakakakkakkkk…
Sepertinya nunggu trontonnya kang uzi deh… kan luas tuh bisa angkut semuanya he…he…he setuju kan kang ?😛

11 04 2009
shofiyah

Agak ga mudeng kak,,,
Ahh masalah cinta yah???
shofiy teh ga ahli..,
Alhamdulilah
llah belum pernah pacaran dari TK sampe sekarang….
pacaran???? No WAy!!!

Abindut:
Waduh saya lupa vee…
Untuk hal ini enggak perlu ahli dalam masalah cinta, hanya diperlukan saling pengertian.
Dan untuk mengerti masalah cinta enggak harus pacaran, hanya perlu kepekaan dan kejujuran selain pengertian. Yang lebih enak itu pacaran sesudah menikah…🙂

11 04 2009
newbiedika

HmMm. .masalah cinta yah?

Abindut:
Hai mbak newbiedika… makasih udah mau singgah..
Ya begitulah, masalah cinta dan pengertian….🙂

11 04 2009
Hary4n4

Mampir lagi mas.. Hal terindah dalam hidup adalah cinta dan pengertian.. aku merindukan hal seperti itu. Anda beruntung sekali mas mendapatkan pendamping seperti itu. Salam..

Abindut:
silahkan mas harry dengan senang hati kok, pintu ini selalu terbuka…
Bener mas harry… cinta dan pengertian adalah satu kesatuan yang utuh, mereka berjalan beriringan untuk mendapatkan hasil terbaik dari sebuah komitmen..
Saya yakin suatu saat nanti mas harry juga akan mendapatkan hal itu…
yakinlah atas hal itu mas harry

11 04 2009
kenuzi50

teeeetttttt,….teettttttt,….teetttttt…… tronton tujuan palembang siap diberangkatkan….. ha….ha….ha…..😛

Abindut:
Wakakak…kakak.. Siap kang…. berapa tronton yang akan menuju Palembang… ? wah perlu mengundang beberapa orang nih, sepertinya di Jember butuh satu tuh kang mungkin sekalian pohon mangganya dibawa deh, sapa tau aja di Palembang bisa berbuah lebat dan manis🙂

11 04 2009
Ririn

duwh…ngga sabar pgn ngucapain “Barakallahu laka wa baraka alaika wa jama’a bainakuma fi khair……”🙂

Buruan mas….!!!😉

Abindut :
wakakak… hanya bisa tertawa mbak ririn….

11 04 2009
Hary4n4

Mohon izin untuk aku link ke blogku ya mas..

Abindut:
Silahkan mas dengan senang hati…🙂

12 04 2009
tanti

Jadi,
DIA sudah kirimkan belahan jiwamu,
bersamanya kau akan menjalani hidup,
berbahagialah🙂
jadikan kemuliaanNYA sebagai tujuan hidup berdua.🙂

abindut:
Makasih mbak tant, smoga saja ya….

13 04 2009
shofiyah

ohh gitu yah kak abi, ayahku juga sejak SD dah kerja diluar jadi di rumah hanya ada aku ibu sama sepupu an yang perempuan..
hihi women power banget gitu -> lho kok curhat hihihhi

duehhh yang udah menikah…
bikin iri bikin iri salam buat kakak ipar yah kak abi ^_^

Abindut:
Oh.. gitu ya…
tenang aja vee, kebersamaan bukan diukur dari kuantitas bertemunya, melainkan diukur dari kualitasnya, selama kualitas itu terjaga Insya Allah semua bisa teratasi, dan yang terpenting saling percaya..
loh kok jadi ngajarin…
Makasih vee…. udah saya sampaikan…

13 04 2009
Wawan

Ndut… gw enggak tahu apa yang loe rasakan sekarang, tapi yang pasti itu sangat berat buat loe… Gw kenal loe udah lama udah 10 tahun lebih, dan loe enggak pernah seperti ini.
Kemarin anak gw (teddy beer) protes, dia bisa merasakan, katanya om endutnya udah berubah, trus istri gw juga bilang gitu ke gw…
Apapun yang loe rasakan sekarang, gw enggak akan maksa untuk loe cerita, tapi yang pasti loe jangan terlalu larut… kasihan orang-orang disekitar loe… mami dan istri loe…
Gw tau loe bukan orang yang bisa terima jawaban kalau satu tambah satu itu sama dengan dua, tapi loe akan cari kenapa jawaban itu bisa dua.. Loe akan mencari formulaloe sendiri untuk menghadapi masalah loe itu.., tapi jangan terlalu lama ndut…. Gw tau loe pasti akan bisa menemukan jawabannya… Gw kenal loe ndut…

Abindut:
hik..hik…hik.. makasih koh… atas suportnya… nanti kalau loe udah di jakarta gw akan cerita panjang lebar deh… sekalian konsultasi gratis… he..he…he.
O iya koh sampaikan permitaan maaf gw sama teddy beer (ponakan gw tersayang) dan cici ya. Memang kemarin dia ke Jakarta dan sempat main kerumah…😦

13 04 2009
Wawan

Ndut…
Akhir bulan ini gw ke jakarta mau kekampus cari bahan buat tesis gw…
Gw nginep tempat loe ya…
Mau gw bawain oleh-oleh apa dari belanda… ?

Abindut:
Asik.. dapet oleh-oleh, Koh mami nitip bunga tulip katanya…
trus gw nitip coklat aja deh, tapi jangan seperti yang ada di toko gw ya… yang beda deh, kalau enggak salah yang dalamnya ada orengenya enak tuh….
*Ngiler.com*

13 04 2009
Wawan

BTW itu sembilan bulan kaya orang mau lahiran aja sih ndut…
he..he…he… salam buat dia ya… dan mami gw kangen nasi pecel buatan mami… nanti akhir bulan gw dateng, sediain nasi pecelnya ya…. dan gw juga kangen nasi goreng buatan loe…
Semangat Bro…🙂

Abindut:
Tenang saja Koh… Nasi pecel + tempe goreng siap menjadi teman di pagi dan siang hari, nasi goreng akan menemaninya dimalam hari…
Thanks koh…. gw tunggu ya..

14 04 2009
Toto

Ga ngerti….
Masih kecil soalnya..^^

Abindut:
ha…. masih kecil segitu enggak salah tuh mas… gimana yang tuanya ya..😀

17 04 2009
KONTEMPELASI TENGAH MALAM « shofiyah’s Blog

[…] ingin Ayah merasa yang Ayah berkan padaku selalu berarti, dan tiap pertemuan kita berkualitas. Kak abi (koment no 11) yang menyadarkan aku kembali tentang hali ini, yang terpenting dari suatu pertemuan […]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: