JANGAN BERIKAN HATIMU 100%

6 06 2009

Beberapa tahun lalu saat pertama kali aku dilanda cinta, seorang sahabat pernah berkata kepada diriku. “Ndut…  jangan pernah berikan hatimu 100%”. Saat aku tanya kenapa dia berkata begitu padaku, dia hanya tersenyum, dan berkata “Mungkin saat ini aku percuma menjelaskan kenapa, karena kulihat dirimu sedang dilanda kasmaran, tapi suatu saat nanti kamu pasti mengerti, sebagai seorang sahabat, saat ini aku hanya bisa berkata seperti ini. Aku cuman tak mau kamu akan terluka nantinya”. Dan kalimat inipun aku dengar kembali dari seseorang yang aku cintai saat ini. “Mas.. jangan kau berikan hatimu 100% pada orang lain, meskipun pada ku dan anak kita nanti”. Sekali lagi aku dibuat bingung. Saat aku tanya kenapa, dia hanya tersenyum manis dan berkata “Ade hanya tidak ingin mas akan terpuruk dan sedih nantinya, jika suatu saat nanti orang-orang yang mas cintai meninggalkan mas terlebih dahulu”. Dengan bodohnya aku hanya mengerinyitkan dahiku, berusaha berfikir keras untuk mencerna kalimat terakhir yang dia ucapkan. Dan sepertinya dia tahu, dan kemudian ia melanjutkan kalimatnya kembali “Maaf mas bukan maksud ade untuk menakuti, ataupun meninggalkan mas, karena ade mempunyai seseorang. Tapi bukankah hidup ini tak pernah kekal, kita tak pernah tau apa yang akan terjadi pada esok hari, karena semua itu merupakan rahasia Ilahi.” Dan akupun tersenyum, ketika sedikit banyak aku mulai mengerti maksud dari kalimatnya.

Semalam sebuah sms meluncur  di hpku, sekali lagi aku mendapatkan kalimat yang sama dari seorang sahabat dekatku “Ndut… jangan pernah kau berikan hatimu 100%, meskipun itu terhadap orang yang kau sayangi sekalipun, rasanya sakit ndut..”. Tanpa fikir panjang akhirnya akupun mencoba untuk menelpon dirinya, namun rupanya dia tak mau mengangkat telpon ku. Dan mengirimkan sms “Ndut… Gw lagi ingin sendiri.. maaf ya.., tapi yang jelas Gw telah memberikan hati gw 100% pada dirinya, dan kini dia meninggalkan gw”. Ha… aku terkejut membaca smsnya. Bagaimana mungkin selama ini aku melihat keluarganya baik-baik saja, dan begitu harmonis, bahkan setiap kali gw main ketempatnya, selalu mebuat hati ini iri. Kemudian dia pun melanjutkan smsnya pada ku “Inilah hidup ndut… semua serba misteri, yang kamu lihat itu hanya kulitnya saja, kamu tak akan pernah bisa melihat isinya meski kamu telah mengenal lama dirinya”.

Jangan pernah berikan hatimu 100%, kalimat ini tiba-tiba saja memenuhi setiap sudut otakku. Aku berusah berfikir keras dan mencerna setiap kata dari kalimat tersebut. Bener memang hidup ini tak pernah kekal, setiap ada pertemuan pasti akan ada suatu perpisahan, dan itu memang sudah menjadi hukum alam. Kala kita berpikir secara logis, kalimat itu memang benar sekali, saat kita telah memberikan hati kita 100%, maka saat orang tersebut meninggalkan kita, kita akan merasa kehilangan, dan bukan tak mungkin jiwa pun berkelana meninggalkan raga, walhasil hidup ini terasa hampa dan tak bergairah. Tapi yang menjadi pertanyaan dalam benakku sekarang ini, berapa % kah komposisi yang tepat untuk membagi hati ini, agar tak terluka dan sakit?. Aku pernah menanyakan kepada sahabatku, “Bos… menurut loe beberapa % gw harus memberikan hati gw ini pada orang yang gw sayangi?”. Dan sekali lagi dia berkata “Gw enggak tau pasti ndut, tak ada rumus, ataupun takaran yang baku untuk hal ini, karena kadar setiap orang itu berbeda, tapi yang pasti jangan 100% karena itu akan menyakitkan nantinya”.


Aksi

Information

22 responses

6 06 2009
a3u5z1i

Kalau dekan saya menasihati :
“Jangan mencintai sesuatu kalau anda tidak siap kehilangan apa yang anda cintai itu…”

Abindut:
Setuju banget…
Tapi kata orang cinta itu datangnya dadakan, karena cinta iu suatu anugerah, jadi gimana donk….
Mau enggak mau kita harus siap….

7 06 2009
KangBoed

hmm… kepada manusia kita bisa jatuh cinta… bagaimana rasanya jatuh cinta… semoga kita semua bisa belajar mencintai siapay di balik yang kita cintai dengan hati 100 %..
Salam Sayang

Abindut:
Kalau menurut saya sih bisa aja kang.. rasanya sih wah itu tergantung yang merasakan masing-masing.. he..he…he:)

7 06 2009
ernalilis

Jangan berikan hatimu 100%.. Aku masih sulit untuk mengerti kalimat itu Abi.. karena mencintai dengan tulus itu ya butuh ketulusan.. Kalo uang dimaksud dengan mencintai sesuai dengan ajaran agama kita, tidak memuja atau menggantungkan hidup pada orang lain itu setuju. Tapi gak 100% karena menyimpan cinta buat yang lain wahh..wahhh… ya pasti cepat atau lambat beneran gagal deh..😀

Abindut:
Wah mbake maksudnya bukan memberikannya pada yang lain, tapi sisihkan untuk kemukinan berpisah… kalau dibagi untuk wil or pil mah juga enggak setuju kali…🙂

7 06 2009
ernalilis

BTW.. welcome back Bro.. gak jadi out kan?

Abindut:
Wakakak… makasih mbake…
tapi sepertinya belum bisa aktif nih… ya smoga nggak out kaliya…🙂

9 06 2009
10 06 2009
Nug

Tak ada yang abai dalam kehidupan sahabatku.
Diujung seiap kehidupan ada kematian.
Dan itu pasti.
Dan kematian = perpisahan.

Kalaupun kita gak bahas kematian
Karena walaupun pasti, gak ada yang tau persis kapan datangnya
Bisa lambat, bisa cepat..
Diantara titik awal kehidupan dan kematian itu ada perubahan.
Dan itu juga pasti.
Perubahan bisa positif atau negatif.

Bahkan cinta yang merupakan bagian dari elemen kehidupan juga gak lepas dari hukum-hukum alam itu.
Pasti kita akan bertemu dengan perpisahan, kalaupun berhasil melewati masa kehidupannya dalam cinta itu karena salah satu dan bahkan semuanya akan mati juga akhirnya.
Namun kadang sebelum titik akhir itu sampai..
Cinta bahkan juga bisa berubah karena manusia yang membawanya juga berubah.
Hampir tak ada yang bena2 bisa abadi dalam kehidupan..
Jika cinta itu ada yg abadi, tentu cinta itu gak perlu dijaga, dipupuk, disegarkan kembali, dipertahankan… Jika benar2 abadi tentu cinta itu gak akan berubah bentuk, dan akan tetap ada disana seperti awalnya, hingga kapan pun..
Namun itu ternyata gak bisa karena keadaan berubah, orang berubah, kita semua berubah. Dan cinta juga harus disesuaikan, menyesuaikan dan mencari bentuknya yang paling pas dari masa ke masa. Tanpa itu semakin tipis peluang melihat cinta yang bertahan langgeng..

Abindut:
Benar sekali mas nug… tak kan pernah ada yang abadi didunia ini, Kalau boleh pinjam kata orang bijak, Yang terpenting dalam sebuah perjalanan bukanlah akhirnya, karena akhir darisemuanya adalah sama, Yang terpenting bagaimana proses dari perjalanan mnuju akhir itu..
Btw makasih mas atas pencerahannya…🙂

10 06 2009
Nug

Itu barangkali maksudnya jangan berikan cintamu 100%, sahabatku.

Karena 100% = absolut dan sepertinya hanya Allah yang berhak mendapatkannya. Dilevel horizontal pada kehidupan duniawi ini bahkan dalam matematika dan ilmu pasti pun, tak ada yang absolut dan dikenal adanya berbagai teori relativitas.

Tak berarti kita harus kehilangan optimisme menghadapi kehidupan… karena hanya itu yang membuat kita bisa menikmati kehidupan itu, selagi bisa kita nikmati…

Keep on moving forward and smile Bi..🙂

Abindut:
Betul sekali mas, Bisa juga dibilang cinta 100%…
Saya setuju sekali bahwa kita mesti tetap optimis dalam menghadapi kehidupan, walaupun kelihatannya itu tak begitu mudah, selama masih ada kemauan pasti ada jalan…
Sekali Thanks mas

11 06 2009
adi dzikrullah

Jangan berikan hatimu. memang benar, jangan berikan penuh.

Abindut:
Yups setuju mas jombang…
BTW Makasih udah mau mampir ya…

13 06 2009
shofiyah

Assalamu’alaykum..,

kak Abiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiii…

Ni vee datang bawakan hati 100% asli dari pasar duduk sampeyan…
masih suegerrr lohh
ayoh bikin sambel goreng ati..hihihihiy

Abindut:
Walaikum salam Wr.wb
Wah… makasih sini-sini masuk, Lumayan memang lagi pengen makan hati nih, apalagi kalau masih seger..
he..he..he..
Welcome back Ve… Sorri belum bisa main kemana-mana nih lagi ada urusan
Insya Allah nanti kalau urusan udah selesai pasti saya datang berkunjung den tak borong semua.

18 06 2009
upik

Mas Abi, pernah dengar kata2 “Kesempurnaan hanya milik Allah SWT?” 100% kan sempurna, jadi itu hanya milik Allah SWT sang pencipta, kekasih sejati kita.. Jad kita sebagai makhluknya dilarang untuk menyamai-Nya, mencintai 100% kecuali kepada Dzat Yang Maha Kekal dan Abadi, Allah SWT.. Mungkin begitu ya? [garuk-garuk kepala]

Abindut:
Setuju sekali dengan mbak upik…
tapi yang saya bingung kenapa mesti garuk-garuk kepala, memang kepalanya ada kutunya ya.. atau ketombean hik..hik..hik..😀 (kidding )

23 06 2009
Hary4n4

Jalan-jalan…trus mampir…trus santai sejenak…trus sedikit merenung… Sedikit aja kok…gak sampe 100%…..hehehe Salam hangat selalu Mas…🙂

Abindut :
Wah-wah seperti mas hari lagi happi nih, suka jalan-jalan…
Silahkan deh mas… dengan senang hati…
Thanks masih suka berkunjung….

24 06 2009
Ria

belajar mencintai adalah belajar kehilangan lain pihak…

bi…abi…kangen deh sama lu🙂

gmn kabanya? calon ponakan udah ada blom?

Abindut:
Yups sangat susah ri… ampe sekarang belum bisa dan masih belajar
Ha..ha…ha.. Emang gue ini nganginin kok…
Btw loe kangen sama gue apa ama coklat ?
he.he..he… ge baik, sayangnya belum nih ri

1 07 2009
Nug

Lama, gak berkunjung..
Apa khabarmu Bi..??🙂

Abindut:
He…he…he iya nih
Btw kabarnya alhamdullilah baik mas….
Smoga mas nug dan keluarga juga selalu baik…

4 07 2009
kawanlama95

ya ketika cinta datang selalu ada semangat membara.dan ketika cinta telah terasuki maka kegelisahan kan datang dan ketika cinta telah pergi maka prosentasase cinta akan hilang .

Selamat mencintai dengan setulusnya

Abindut:
Ya begitulah kehidupan, akan terus saling bergantian hingga akhir nanti…

5 07 2009
Hary4n4

Meski cinta tak ada 100%… Aku masih suka kemari…hehehe Salam hangat selalu mas…🙂

abindut:
ah… jadi malu nih, saya kok malah jarang main-main ke tempatnya mas Harry ya…
ya yes saya otw deh mas…. :))

9 07 2009
Nisa

assalamu’alaikum Kak Abi.. ^^ lama gak kemari.. gimana niyh kabarnya?🙂

Abindut:
Walaikum salam mbak nisa,
Alhamdulliah baik, mbak nisa sendiri gimana?, semoga selalu baik ya…
saya juga udah jarang main-main nih mbak….

14 07 2009
Mr.o2n

Numpang lewat aja mas

Abindut:
Silahkan…. mumpung masih gratis belum ada tarif

14 07 2009
kenuzi50

100%, bisa berarti sepenuhnya. tidak berbagi kepada yang lain. jadi tidak selamanya 100% diterjemahkan menjadi kesempurnaan. atau contoh lain adalah 100% halal, berarti tidak ada barang haram atau mubah di dalamnya. 100% terkantung kepada kata penyertanya,…. jadi…. jadi bingung nih….. pokoknya 100% comeback deh….. ha…ha….ha….🙂

Abindut:
Ya… terserah kang uzi aja deh…
Come back kemana kang?

14 07 2009
kenuzi50

makasih bi, smsnya betul-betul miracle…..

abindut:
Kembaliannya jangan lupa ya….

24 07 2009
Pasang Iklan Gratis

Bener banget om
Mencintai % membenci sewajarnya😀

salam kenal…

abindut…
Makasih udah mau mapir…
salam kenal kembali…

26 07 2009
tanti

gimana kalo 101% ajah?… hihihi…

Abindut:
wakakak boleh aja mbake silahkan
Kalau jenis obligasi itu jenis premium donk…..😀

26 11 2011
Cak Kasr'ep Vanhelsing

meluuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuu aku biar kemanapun………………..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: