SELAMAT TINGGAL BELAHAN JIWAKU

16 07 2009

Mungkin aku hanya bisa berkata maaf… maaf dan maaf…  Kata inilah yang kini sering kuucapkan, buat belahan jiwaku yang memang harus aku tinggalkan. Bukan… bukan karena aku tidak lagi menyayangimu, tapi justru sebaliknya aku sangat sayang sekali padamu. Aku terpaksa meninggalkanmu, aku terpaksa menjauhi dan aku terpaksa tidak lagi mengajakmu. Walaupun hati ini merasa tidak rela untuk melepaskanmu. Tapi sekali lagi keadaan yang membuat aku harus melakukan hal ini, aku harus meninggalkanmu demi kebaikan mu dan diriku, demi kebaikan kita berdua.

Aku tak pernah meragukan kesetianmu. Kau telah membuktikan itu semua. Kau selalu menemaniku kemanapun aku pergi. Kau tak pernah protes saat aku ajak berjalan jauh ditengah terik matahari. Kau tak pernah mengeluh saat ku ajak berdesak-desakan di KRL Jakarta – Depok. Kau hanya diam saat ku ajak menerobos banjir yang menggenangi Jakarta beberapa tahun lalu. Dan kau tak pernah merasa minder saat kau harus menemaniku ketempat-tempat dimana kau tak pernah dianggap oleh sekelilingmu. Sekali lagi, aku tak pernah meragukan ketulusanmu. Sudah cukup bukti yang menggambarkan  kesetiaanmu dan pengorbananmu untuk ku. Dan aku tak kan pernah sanggup menguraikan satu perasatu bukti pengabdianmu pada diriku. Kau telah membuatku percaya diri saat kita berjalan bersama.

Ya… aku ingat, ketika kau menemaniku mendaki gunung bersama sahabat-sahabatku. Aku hampir saja kehilanganmu, karena waktu itu aku sempat tergelincir. Aku ingat saat aku harus menunggu jadwal penerbanganku yang didelay dengan seenaknya oleh maskapai tertentu, yang membuatku begitu bosan, kau dengan setia bersamaku. Aku ingat saat sahabatku merasa tak nyaman karena aku mengajakmu ikut bersamaku. Aku ingat, betapa beraninya kau menemaniku untuk menemui kakaku di asrama militer tempat beliau menjalani pendidikannya. Dan aku juga ingat, kau acuhkan beberapa pasang mata provost yang menantapmu dengan sinis, saat kita berdua melewati mereka.

Dulu memang aku begitu membelamu, melindungi dari tangan-tangan usil yang ingin memisahkan kita. Aku rela dikeluarkan dari ruang kelas saat dosenku memintaku untuk tidak mengajakmu serta saat kuliah. Aku tak takut saat kakakku marah melihat mu bersamaku waktu aku menjenguknya di asrama militer. Aku juga tak peduli saat ku mendengar gunjingan-gunjingan orang, saat mereka melihat ku bersama mu di hotel berbintang itu. Dan aku rela berdebat dengan sahabat-sahabatku ketika mereka keberatan untuk mengajak mu ikut bersama kami.

Tapi tidak untuk hari ini dan seterusnya. Cukup sudah kebersamaan kita sampai disini. Aku tak bisa membohongi hatiku sejak kejadian itu saat kita berada di Palembang beberapa waktu lalu, aku merasa kau tak pantas lagi untuk mendampingiku, kemanapun aku pergi. Itu kulakukan karena aku ingin menjauhimu. Maaf jika aku terkesan mencampakkanmu, aku tahu kamu pasti sakit hati dengan perlakuanku ini, tapi itulah kenyataan yang harus kau terima, kita tak mungkin bersama lagi karena

kondisi dan keadaan ini. Belajarlah untuk menerima kenyataan. Ingat kebersamaan kita ini hanya bersifat sementara, cepat atau lambat kita memang harus berpisah. Dan kita harus bisa menerima itu.

Cobalah kau merenung, dan berkaca agar kamu bisa berpikir jernih.Coba kau tanyakan pada hati nuranimu, apakah kamu masih pantas untuk menemaniku. Apakah aku salah jika aku meninggalkamu. Lihat.. lihatlah kondisimu sekarang,  kau sudah tak layak untuk bersanding denganku.  

Image(124)Aku tak mau terluka karena keadaanmu sekarang. Maaf kan aku, kalau kini aku sudah menemukan penggantimu. Dia lah kelak yang akan menemaniku kemana aku pergi. Sekali lagi aku hanya bisa bilang maaf, aku harus melakukan hal ini. Dan untuk kesekian kalinya ku bilang ini karena kondisi dan keadaan yang memaksaku untuk melakukannya.

Yakinlah padaku bahwa kamu takan tergantikan dihatiku. Kenangan-kenangan indah saat bersama denganmu takan pernah bisa aku lupakan. Kenangan-kenangan itu akan selalu selalu terpatri didasar relung hatiku ini. Walau kini aku telah menemukan penggantimu, tapi kau tetap memiliki kisah tersendiri yang akan mewarnai kehidupanku. Selamat tinggal belahan jiwaku, terima kasih atas kesediaanmu yang selalu menemaniku dengan sabar dan tak pernah mengeluh kemanapun aku pergi. Maafkan aku, jika aku harus meninggalkanmu.


Aksi

Information

20 responses

16 07 2009
wahyu am

mengharukan😥

Abindut:
ah…. jangan menangis seperti itu donk…
BTW makasih mas udah mau mampir

16 07 2009
ernalilis

Whaaaaa………akhirnya aku bisa lihat sandal jepitnya Abi… bener kata Tanti.. merknya swallow..warna biru…

Abi.. abi belahan jiwa kok sandal jepit…

Abindut:
Ah bukannya waktu itu udah liat deh….
Ya gimana lagi mbake abis enggak ada yang mau jadi soulmate ku sih mbake… jadi ya cinta deh sama sendal jepit, walau terlihat murah tapi ternyata dia tidak murahan loh…

16 07 2009
udienroy

hmm meninggalkan-nya demi kebaikan-nya, emang kamu bukan orang baik ya😀

abindut:
Jadi malu nih😦
Btw thanks ya udah mampir

16 07 2009
mang kumlod

Hayah gw fikir serius… hahahah…
Hm.. selama ini abi teryata “tak gendong ke mana-mana” sama swallow ijo (kok biru sih?) ini toh!😀

Abindut:
Wakakak jangan terlalu serius lah…
hik..hik…hik..hik..

18 07 2009
Hary4n4

Habis mengelana mencari tambatan hati yg baru yaa mas…hehehe Senang rasanya melihat kehadiranmu sobat… Salam hangat.. Salam damai.. Selalu..selalu..selalu……

Abindut:
Walah mas harry, mana berani saya untuk cari yang lain, Lah wong satu aja udah susah kok…
BTW thanks udah selalu datang ke tempat saya…

22 07 2009
mascayo

hiks .. terharu abi .. saya sungguh terharu
mengapa kau campakkan dia
kasihkan sini untukku,
buat temen kerjabhakti di setiap minggu pagi …🙂

abindut:
ha..ha..ha..
Makasih atas simpatinya…
saya hanya mempensiunkan dirinya aja kok, sekarang dia masuk musium dan tersimpa rapi dalam kamar saya..
dan saya takan memberikannya pada siapapun

22 07 2009
upik

Sungguh tega mas Abi… padahal kan sudah selalu menemani mas.. kok dicampakkan?? Ah sebaiknya ditenggerkan dalam tembok kamar saja mas… biar jadi hiasan.. wkekekek..

Abindut:
hik..hik..hik..
saya terpaksa melakukannya mbak…, karena tak mungkin saya membawanya, dia sudah tak layak pakai..
saya tidak mencampakannya kok… saya menyimpannya sebagai salah satu koleksi, malah terpampang dalam bingkai di dinding kamar😀

23 07 2009
Hary4n4

Ditaruh lemari kaca yaa Mas.. Salam hangat.. Salam damai selalu…🙂

Abindut:
Tidak mas harry…. saya taruh di dinding kamar aja.. biar bisa ngeliat terus….😀

25 07 2009
Ria

inget waktu kita kopdar???
lu kan pake sandal jepit ini juga!!!
jangan2 ya bi…sandal jepit ini ada ajian biar sekali negloby client tuh orang langsung jinak :d

abindut:
Pastinya inget lah ri…
Yups bener gw pake sendal ini juga…
wah kalau itu gw enggak tau deh… pastinya gw belum tanya mbah surip tuh😀

26 07 2009
Hary4n4

Jangan2…itu punyaknya mbah surip Yaa…..? Hehehe… Salam hangat mas…

Abindut:
wakakak… bukan mas… bener deh bukan, ini punyanya mbah jambrong….
kalau enggak percaya coba tanya deh sama mbah jambrong

26 07 2009
tanti

Sang sendal berkata :
“ooh…. teganya…
ooh… aku tahu ini akan terjadi, tapi tak kukira akan begitu menyakitkan seperti ini..hiks…
hancur, hancur, hancur hatiku…. hatiku hancuur…
*nangis Bombay*

Abindut:
Wakakakak…
Gaya olga donk…
Ayo mbak sambil mainkan organ tunggalnya ya…😀

26 07 2009
Kartika Mayang Sari

Kasian banget sih😦
saya bener2 terharu…
salam kenal😀

Abindut:
Abis mau bagaimana lagi mbak…
sebenarnya saya juga sayang banget sih…
Btw salam kenal juga…
thanks udah mau mampir

28 07 2009
hanif

Awalnya aku ingin menenangkanmu Boy…tapi ternyata…hufh..sabar-sabar pantas saja kamu bertengkar dengan dosen gara-gara dia.

Abindut:
hik..hik…hik..
aku sudah tenang kok mas hanif…
sekarang udah bisa berlari malah….

28 07 2009
virmansyah

hai semuanya…salam kenal ya…mas add link aku ya..link mas uda aku pasang.n kunjungi webku juga.dan silahkan gabung di membernya ya.bisa upload foto,posting blog dan update status mirip facebook.gabung ya…ditunggu kedatangannya

Abindut:
Wah makasih mas atas kunjungan….
salam kenal juga… Link nya udah saya cantumkan…

28 07 2009
virmansyah

jangan sedih ya…. tetap semangat…

Abindut:
Pasti mas…
Makasih ya…

28 07 2009
Wawan

Akhirnya….
Ndut gue orang pertama yang bahagia loe berpisah dengan nya….
Akhirnya… kenapa enggak dari dulu padahal kan gue ini udah sebel banget sama sendal buluk loe itu….
Selamatya ya bro… sekarang gue udah enggak susah payah lagi ngumpetin lagi..😀

Abindut:
Gw udah nyangka sebelumnya loe orang yang paling bahagia dengan hal ini..
karena selama ini loe yang paling protes keras….
Tapi tenang koh… gw nanti gw kenalin sama penggantinya…😀

29 07 2009
virmansyah

aduh…ngomongin sendal aja….ha h a ha mampir ke blog ku ya

Abindut:
Ya daripada ngomongin Pilpres yang enggak jelas juntrungannya…😀
Oke mas nanti saya main kesana

30 07 2009
Hary4n4

Hallow Mas Abi… Baik2 aja khan…?? Pingin mampir dari kemarin Mas…hehe Salam hangat dan damai selalu….🙂

Abindut:
Alhamdulliha baik mas harry…
terimakasih nih mas harry sudang sering mampir ke tempat saya….

30 07 2009
Hary4n4

Weeh… Ada yg lain nih di blog-nya Mas Abi… Apa yaaach….hehe Tambah fresh…Mas….😀
Salam hangat..terusssss

Abindut:
he..e…he….e. Iya nih, lagi butuh suasana baru sepertinya….🙂

4 08 2009
Nug

Waaah… Kemarin katanya hilang. Trus sedih dan dicari-cari… Sekarang malah ditinggalkan.. Gimana sich Bi..??? Hahaha…😀

abindut:
hik..hik..hik.. jadi malu (ngumpet dikolong meja)
Abis gimana mas…
sebenarnya sih enggak mau diganti, tapi udah enggak layak pakai lagi gimana donk…
sebenarnya berat juga sih, makanya walaupun sudah tidak layak pakai lagi tetap saya pajang, ya walau hanya didalam kamar😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: