KOTAKU

180px-monas_by_day1.jpgSiapa yang tak kenal dengan Jakarta, kota megapolitan yang tidak pernah tidur dari hingar bingarnya. Kota dengan luas ± 661.52 km2 dan dengan penduduk ± 9.041.00, diperkirakan kepadadatan penduduk ± 13.667,01 jiwa per km2 itupun belum ditambah dengan jumlah penduduk yang belum terdata. Sungguh kota yang sangat padat. Belum lagi ditambah dengan masalah-masalah lainnya, seperti kemacetan, kesemerawutan, banjir masalah sampah dan seabrek pekerjaan rumah yang membuat pripov DKI harus memutar otak.

Ada beberapa hal yang menarik dari kota terpadat pertama di Indonesia ini, saat banjir datang dan saat lebaraan tiba. Satu siklus yang seakan sudah menjadi tradisi. Banjir contohnya sudah banyak cara yang dilakukan untuk mengantisipasi musibah ini, namun hingga saat ini dampak yang diakibatkannya belum bisa diminimalisir. Kalau masalah banjir ini aku pun punya pengalaman yang menarik, ya saat banjir besar melanda Jakarta, yang katanya sih itu udah siklus 5 tahunan. Kalau tidak salah sekitar tahun 2005-2006. Aku terjebak berjam-jam untuk sampai kekantor, dan setelah sampai kantor ternyata aku tidak bisa masuk, karena air telah menggenangi masuk ke kantorku. Saat itu juga aku segera melaju untuk kembali kerumah, tapi naas menimpa ku, untuk pulang pun aku harus memutar dan mencari jalan agar tidak terkena banjir. Walhasil perjalanan yang biasa aku tempuh dalam waktu 1 jam harus rela bertambah hingga 3 atau 4 jam. Sungguh perjalanan yang melelahkan dan tak akan pernah terlupakan.

Satu hal yang menarik pada waktu itu, banjir yang dahulu hanya akrab dengan kaum menengah kebawah, rumah pinggir kali, atau kaum-kaum pinggiran lainnya. Juga harus menimpa perumahan-perumahan elite, Apartemen, jalan protokol bahkan istana presiden juga tak luput dari musibah itu. Entah berapa ribu rumah yang terendah saat itu, entah berapa puluh kendaraan dari yang jenis biasa hingga yang harganya milyaran rupiah yang ikut terendam. Yang pasti, yang aku dengar dari kawanku yang bekerja di Assuransi, banyak perusahaan assuransi yang mengalami kerugian. Bagus tidak sampai gulung tikar.

Untuk tahun ini sih sepertinya pemprov DKI sudah mulai siap dengan datanngnya tamu tahunan ini. Mereka sudah mulai membangun banjir kanal yang katany sih bisa meminimalisasikan dampak banjir, ya setidaknya tidak separah yang terjadi 2 tahun lalu. Smoga aja ini bisa menjadi solusi.

Itu baru satu dari segelintir masalah yang menghinggapi Jakarta. Tapi yang pasti katanya sih penyebab dari ini semua adalah kepadatan penduduk yang tidak bisa terkendali. Biasaya hal ini terjadi saat Mudik lebaran tiba. Dengar punya dengar sih, arus mudik yang datang itu bisa 3 kali lipat dari arus mudik yang keluar Jakarta. Itu berarti kan 1 orang yang mudik kekampung membawa 3 orang teman untuk mengantarnya kembali kejakarta. Sungguh hal yang luar biasa. Ternyata Jakarta itu merupakan magnet yang dahsyat bagi sebagian orang. Seperti halnya laron yang tertarik dengan gemerlapnya lampu.

Untuk masalah ini sih, primrov DKI udah punya solusi, dengan mengadakan razia yustisia (pemeriksaan KTP). Mmmmm…. Sepertinya keren ya. Kalau yang satu ini aku punya kenangan buruk. Bahkan sempat harus menginap satu malam di sel. Waktu itu aku kemalam pulang dari kantor dan aku tidak membawa dompet dan ktp, saat itu ditengah jalan aku terkena razia, untunglah aku punya kenalan disana, jadi yang enggak usah lama-lama untuk menginap disana he..he..he biasalah.

Satu lagi masalah pelik yang hingga kini belum begitu signifikan dirasakan manfaat dari solusi-solusi yang ada. Kemacetan, untuk masalah yang satu ini sepertinya tidak ada habis-habisnya. Bayangkan saja perbandingan yang tak seimbang antara lahan jalan yang disediakan dengan pertumbuhan jumlah kendaraan yang ada. Satu gambaran kecil saja, saat banjir besar melanda jakartam bosku kehilangan 5 dari 8 mobilnya. Padahal jumlah anggota keluarganya itu cuman 4 orang, dan 2 anaknya itu masih dibawah 10 tahun. Gila kan untuk satu keluarga yang hanya mempunyai 4 anggota keluarga, mempunyai mobil lebih dari 3. kalau 15 % penduduk Jakarta seperti itu, berapa luas lahan yang harus disediakannya. Belum lagi ditambah dengan pertumbuhan sepeda motor yang semakin menggila. Seprtinya, aturan 3 in 1 atau pengadaan busway sudah kurang memadai deh. Kayaknya pemprov DKI mesti mencari solusi dan trobosan yang lebih Yahut..

Biar bagaimanapun juga jakarta adalah kota ku, yang kucintai dan kubenci

5 responses

22 12 2008
manajemenkekayaan

Jakarta memang luar biasa ya…Menurut Morgan Stanley Singapura diperkirakan terdapat 3.328 keluarga yang memiliki aset 5-20 juta dolar AS dan 167 keluarga yang memiliki aset 20-100 juta dolar AS? Hampir 80% keluarga kaya tersebut tinggal di Jakarta, mungkin bos anda adalah salahsatunya.

Yups.. bener banget bro… banyak orang kayak di jakarta, bahkan menurut survei banyak mobil-mobil mewah yang harganya bisa ember-emberan berseliweran dijalan. tapi anehnya juga lebih banyak warga miskinnya.. suatu hal yang timpang dari segi sosial…
Terkadang miris melihatnya….

31 12 2008
Samsul Arifin

Jakarta sangat panas kan?
Panas udaranya, wanita2nya, uangnya, dll?

kalau udaranya sih ia mas, tapi kalau wanita dan uangnya wah enda tau ya…
memang mas samsul sudah pernah ya.? hayo ngaku…
*sambil ngacungin golok*

17 01 2009
alris

Bagi saya saait ini Jakarta baru sebatas tempat mencari sesuap nasi dan Insya Allah segenggam berlian.

Amin smoga allah mendengarkan dan mengabulkan impiannya…

22 01 2009
sunarnosahlan

Jakarta sangat panas

Bener mas panas-panas tapi mengasikan dan penuh dengan perjuangan😀
BTW Makasih ya udah mampir silahkan sering-sering datang..

7 02 2009
Ririn

Jakarta is…..mumet….:)

Abindut:
Mumet tapi membuat rindu… hik..hik..hik setidak nya itu yang saya alamin😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: